TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Prof Siti Zuhro Puji Airlangga Hartarto Sebagai Pemimpin Yang Cerdas

Prof. Siti Zuhro Puji Airlangga Hartarto Sebagai Pemimpin yang Cerdas
Talkshow LKI Partai Golkar
JAKARTA (wartamerdeka.info) -- Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, dipuji sebagai pemimpin yang sangat cerdas. "Selain pintar, pak Airlangga juga sangat ramah, tidak mendongak," ujar Prof.Dr. Siti Zuhro, peneliti utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"Saya sering berdiskusi dengan Pak Airlangga, kelihatan sekali kalau dia menguasai banyak masalah, tidak hanya ekonomi," katanya, dalam talkshow Lembaga Komunikasi dan Informasi (LKI) Partai Golkar, Jumat (24/6/2022) di Kopi Lima Detik, Kebayoran Baru, Jaksel.

"Saya tidak heran kalau nantinya KIB memutuskan Pak Airlangga Hartarto sebagai capres 2024, meski itu sangat tergantung pada dinamika yang terjadi di internal Koalisi Indonesia Bersatu (KIB)," jelas Siti Zuhro dalam diskusi bertema "Membaca Arah Koalisi Indonesia Bersatu" itu.

Airlangga Hartarto menginisiasi pendirian KIB yang dideklarasikan 4 Juni 2022 bersama Zulkifli Hasan dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Suharso Monoarfa (Partai Persatuan Pembangunan). KIB menjadi poros lintas partai pertama menghadapi Pilpres 2024.

Menjawab pertanyaan tentang seberapa besar peluang Airlangga Hartarto untuk ditetapkan sebagai capres KIB, Siti Zuhro menegaskan, bahwa itu kembali pada komunikasi dengan dua ketua umum partai lainnya.

Siti Zuhro menyarankan KIB tidak terpaku pada popularitas dan elektabilitas dalam menentukan capres dan cawapres yang akan diusung. "Apalagi saya termasuk yang tidak percaya pada hasil-hasil lembaga survei terkait elektabilitas dan popularitas," tegasnya.

Dengan begitu, misi menghilangkan polarisasi dan politik identitas yang diemban koalisi bentukan Golkar, PAN dan PPP itu bisa terealisasi. Menurut dia, KIB harus mempertimbangkan secara cermat pilihannya dengan mengedepankan kompetensi dan kapabilitas sebagai kriteria utama.  

“KIB semestinya mempertimbangkan secara cermat calon pemimpin yang nemiliki kualifikasi. Tak sekadar hanya terpaku pada hasil-hasil survei tentang popularitas saja yang tak ada jaminan mengenai kompetensi dan kapabilitas calon,” kata Siti Zuhro.

Diskusi LKI Partai Golkar ini juga menghadirkan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur Muhammad Sarmuji, Ketua DPP PPP, DR (Cand) Syarifah Amelia, dan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama