TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Moeldoko: Kalau Anak KSP Datang Ke Kementerian, Itu Perintah Saya, Untuk Pastikan Keinginan Presiden Berjalan Di Lapangan

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko
JAKARTA (wartamerdeka.info) - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan segala sesuatu yang menjadi perintah, keinginan, dan pernyataan Presiden, harus dipastikan berjalan di lapangan.

Hal itu disampaikan Moeldoko saat membuka Rapat Koordinasi Kantor Staf Presiden bersama kementerian/lembaga, di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (24/6/2022).

"KSP ini hadir untuk melakukan debottllenecking (mengurai kebuntuan). Apa yang jadi concern Presiden harus berjalan. Jadi kalau anak KSP datang ke kementerian, itu perintah saya, perintah Moeldoko," tegas Moeldoko dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat.

Sebagai informasi, Kantor Staf Presiden bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah melakukan koordinasi untuk mengurai sumbatan isu-isu strategis.

Di antaranya soal percepatan sertifikasi tanah di wilayah pesisir dan pulau kecil, peningkatan daya saing UMKM ekspor, persoalan BBM subsidi untuk nelayan, persiapan Indonesia menjadi anggota FATF, pengamanan wilayah perbatasan di Selat Malaka dan Natuna, penanganan hoaks menjelang tahun politik, serta penanggulangan kemiskinan melalui jaminan sosial.

"Isu-isu ini harus kita selesaikan hari ini. Jangan bertele-tele," tegas Moeldoko.

Panglima TNI 2013-2015 itu juga mengungkapkan alasan penyelenggaraan rakor di Batam, yakni mendekatkan pemerintah pusat kepada penyelesaian isu-isu strategis yang bersifat lokal.

"Dua isu lokal di Kepri yang perlu menjadi perhatian, yakni percepatan sertifikasi wilayah pesisir dan pulau kecil serta peningkatan daya saing UMKM. Ini harus kita angkat ke nasional," jelas Moeldoko.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama