Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Dirjen Bina Bangda Apresiasi Aksi Nyata Tenaga Ahli LGCB ASR Dalam Pendampingan Penurunan Stunting Di Daerah

BANJARMASIN (wartamerdeka.info) -  Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Dr. Teguh Setyabudi., M.Pd mengapresiasi Bantuan Teknis Tenaga Ahli Local Government Capacity Building for Acceleration of Stunting Reduction (LGCB-ASR) dalam melakukan pendampingan kepada pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam percepatan penurunan stunting melalui 8 aksi konvergensi. 

Hal ini disampaikan pada pembukaan kegiatan Internal Coordination Meeting (ICM) tanggal 22 Agustus 2022 di Hotel Aston Banua Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Dalam sambutannya, Teguh menyampaikan peran kemendagri dalam amanat Perpres 72 tahun 2021, untuk menjalankan Strategi Nasional Pilar 1 yaitu Peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan di Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, dan Pemerintah Desa/Kelurahan, Pilar 3 yaitu Peningkatan konvergensi Intervensi Spesifik dan Intervensi Sensitif di Kementerian dan Lembaga, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, dan Pemerintah Desa dan Pilar 5 yaitu Penguatan dan pengembangan sistem, data, informasi, riset, dan inovasi.

“Hal ini harus menjadi perhatian  para TA LGCB ASR dalam membantu Pemerintah Daerah  baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota dalam penguatan kapasitas pemerintah daerah dalam pelaksanaan 8 aksi konvergensi, sehingga target penurunan stunting 14% pada 2024 dapat tercapai” ucap Teguh.

Teguh juga menyampaikan pesan kepada TA LGCB ASR untuk dapat melakukan pendampingan penguatan wawasan dan pemahaman terkait dengan tugas dan fungsi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dalam upaya percepatan penurunan stunting dan membangun jejaring dengan Kementerian/Lembaga, Mitra Pembangunan Perguruan Tinggi, Dunia Usaha, Masyarakat Sipil, Tenaga Ahli pada Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah.

Termasuk Satgas Stunting dari BKKBN untuk menyamakan pemahaman terkait dengan pelaksanaan tugas bersama dalam penurunan stunting.

Terakhir, Teguh menyampaikan untuk mendukung Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam mengidentifikasi sumber daya manusia dan anggaran dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama