TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Diskominfo-SP Barru Ikuti Webinar Literasi Digital Sektor Pemerintahan Daerah Sulawesi Selatan

BARRU (wartamerdeka.info) - Kepala Dinas Kominfo-SP Barru bersama seluruh staf mengikuti Webinar Literasi Digital Sektor Pemerintahan Daerah Sulawesi Selatan (BPSDM) Bacth 4 Pemberdayaan Kapasitas Teknologi Digital Kementerian Kominfo, Rabu (07/09/2022).

Kegiatan literasi digital sektor pemerintahan daerah yang ikuti kurang lebih 1.000 orang ASN Pemerintah Barru bertujuan untuk meningkatkan pemahaman literasi digital bagi ASN di Barru dan Indonesia secara keseluruhan. 

Peningkatan pemahaman literasi digital ASN merupakan salah satu target nasional Kemenkominfo menuju transformasi digital di Indonesia.

Kadis Kominfo-SP Syamsuddin, S.IP, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk memperlengkapi ASN di Kabupaten Barru dengan pengetahuan literasi digital dalam menggunakan teknologi digital dan untuk diadopsi dalam pelayan publik. 

“Ada 4 pilar, technical aspek ada kecakapan digital dan keamanan digital, lalu ada 2 non technical. Etika ber digital dan budaya ber digital, karena masyarakat masih suka lupa bahwa dunia digital itu sama saja dengan dunia nyata. Ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang kuat bahwa teknologi digital tidak bisa lepas dari kita sebagai ASN," ungkapnya.

Di ruangan yang sama Kabid Aptika Kominfo Ratih Nur Octaviana, S.STP mengutarakan harapannya dalam literasi digital untuk ASN dalam menyikapi dunia digital.

"Sebagai ASN kita harus mengikuti perkembangan teknologi untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, kemudian sebagai ASN pula kita harus mampu membedakan berita-berita faktual dan hoax yang dapat berimplikasi secara hukum," ungkap mba Ratih sampaan akrabnya. 

(Humas IKP Barru/Syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama