Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Pengelolaan TPI Brondong Tidak Optimal, PAD Terbengkelai

LAMONGAN (wartamerdeka.info) -  Wacana akan dialihkannya pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Brondong dari KUD Minatani ke UPT dinas Perikanan atau lembaga swasta lainnya terus menggelinding menyusul tidak terpenuhinya PAD yang disetor ke Pemkab setempat. Beberapa tahun lalu, wacana yang sama juga pernah bergulir. 

Saat itu, pengelolaan TPI Brondong akan dialihkan ke Perum Prasarana Samodra (Perindo) cabang Brondong karena target pendapatan yang ditetapkan oleh pemkab Lamongan tidak terpenuhi. Namun, dalam perjalanannya, entah karena apa, pengelolaan TPI tetap di lakukan oleh KUD Minatani. 

Meski demikian, dalam 3 tahun terakhir ini, target PAD dari TPI Brondong  kembali menjadi perbincangan. Target pendapatan tidak sesuai.

Kepala Dinas Perikanan Lamongan, Yuli Wahyuono  

Lagi lagi, pandemi Covid menjadi alasan  pembenar untuk mengajukan dispensasi atau penurunan target. Misalnya, pada 2020, target PAD dari TPI Brondong sebesar Rp. 390.000.000 namun terealisasi hanya sebesar Rp. 234.000.000. 

Pandemi Covid 19 menjadi alasan pendukung untuk mengajukan keringanan sehingga KUD Minatani minta dispensasi agar PAD diturunkan. Sedangkan pada 2021 target sebesar Rp. 409.500.000 namun terealisasi hanya sebesar Rp. 246.000.000. Sementara untuk tahun berjalan 2022, yang dipatok sebesar Rp 409.500.000 per September baru setor sebesar Rp. 200.000.000.

Kepala Dinas Perikanan Lamongan, Yuli Wahyuono  melalui Sekdin nya, Tri Wahyudu membenarkan jika target PAD TPI Brondong belum bisa maksimal. "Sejauh ini belum bisa berjalan sesuai target, termasuk tahun ini, kurang dari 50 persen yang sudah disetorkan, " ungkap dia. Padahal, berhembus kabar, target sebesar Rp. 409.500.000, bakal dinaikkan menjadi sebesar Rp. 600.000.000,mulai tahu  depan (2023). (W. Masykar)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...