Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Dari Kegiatan Koordinasi Peningkatan Capaian Tracer Study Di Mamuju, Drs Sjahrir Tamsi MPd Usul Perlunya Program Unggulan Setiap SMK

MAMUJU (wartamerdeka.info) - Ada yang menarik pada kegiatan Koordinasi Peningkatan Capaian Tracer Study di Aula Hotel Meganita Mamuju Jumat, 18 November 2022. 

Yakni saat Plt. Kadis Dikbud, H.M. Natsir dalam kegiatan Koordinasi itu memberi kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan dan melaporkan kaitan Tracer Study di SMK. 

Sejumlah laporan dan dan usulan atau masukan dari beberapa kepala sekolah yang mengikuti kegiatan tersebut layak untuk dicermati.

Tampil pertama, Kepala SMKN 1 Rangas, Drs. H. Mahmud, M.Si. Dia menyampaikan progress Capaian Tracer Study, dan berbagai kendala yang dihadapi di sekolah seperti tertutup akses untuk menelusuri keberadaan tamatan setelah tamat dan lain sebagainya. 

Tampil kedua, Kepala SMKN 1 Tapalang Barat,  Drs Sjahrir Tamsi MPd.

Sjahrir Tamsi menyampaikan sejumlah masukan, di antaranya: 

1) Perlunya percepatan Pembentukan Tim Pengembang Vokasi Tingkat Provinsi Sulawesi Barat dengan melibatkan Kadin Daerah Sulbar, Dinas terkait seperti Dinas Koperindag, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pendidikan sebagai penginisiasi dengan tujuan untuk menjembatani dan memfasilitasi keterlibatan Industri, Dunia Usaha, Dunia Kerja (IDUKA) dalam hal Sinkronisasi Kurikulum yang Link and Mach antara Sekolah dengan IDUKA, sharing alat dan media pembelajaran, Guru Tamu IDUKA, Upskiling, dan Reskiling, PKL, dan Rekruitmen/Keterserapan Tamatan SMK untuk Kerja di IDUKA. 

2. Perlunya percepatan Nomenklatur Sekolah dan Mapping Kurikulum, dan Program unggulan setiap SMK.  (*)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama