Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Lima Menteri Raih Penghargaan Korpri Award Kategori Lifetime Achievement

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Dewan Pimpinan Korpri Nadional (DPKN) dalam memperingati harlah Korpri saban tahunnya selalu memberikan Korpri Award dalam beberapa kategori, yaitu Lifetime Achievement, kategori Mitra Korpri, Perseorangan dan Kepengurusan yang dinilai banyak prestasi dan berkinerja bagus.

Dalam penghargaan Korpri kali ini untuk kategori Lifetime Achievement, Korpri Award diberikan kepada lima menteri, yaitu Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhajir Effendy, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dan Menteri Sosial Tri Rismaharini. 

Kelima menteri ini diketahui meniti karir sebagai Aparat Sipil Negara (ASN) dengan prestasi membanggakan, sehingga kemudian ditunjuk Presiden sebagai Menteri.

Untuk kategori Mitra Korpri, penghargaan diberikan kepada Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, dan Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Adi Setianto.

Untuk kategori Perseorangan, penghargaan jatuh kepada mantan Wakil Ketua DPKN Periode 2009-2015 Eko Sutrisno, Sekda Provinsi Bangka Belitung Naziarto, Ketua LKBH Korpri Kalbar RS Kamso, dan ASN dari Kemenko PMK Achmad Budi Santoso.

Dan untuk kategori Kepengurusan, Korpri Award diberikan kepada Ketua DP Korpri Kemensos Harry Hikmat, Ketua DP Korpri Provinsi DKI Jakarta Marullah Matali, Ketua DP Korpri Kabupaten Sleman Hardo Kiswoyo.

Menurut Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Korpri Nasional  Prof Zudan Arif Fakrulloh, kriteria untuk Korpri Award kategori Life Time Achievement diberikan kepada para ASN yang terus berkarya dalam seluruh hidupnya dengan prestasi tinggi, konsistensi, integritas dan daya juang tinggi yang layak dijadikan inspirasi oleh generasi muda ASN. Mereka mengawali karir dari ASN sampai kemudian sukses bertransformasi ke dalam karir politik.

Zudan mengatakan, Kemensos merupakan institusi luar biasa yang langsung mendapatkan dua penghargaan sekaligus.

Pertama, lanjut Zudan, Mensos Risma mendapatkan penghargaan lifetime achievement atau penghargaan seumur hidup.

Penghargaan itu diberikan kepada Mensos Risma, karena merupakan ASN yang terus berkarya dalam seluruh hidupnya dengan prestasi tinggi, konsisten, berintegritas, dan daya juang tinggi yang layak dijadikan inspirasi oleh generasi muda ASN. Dari ASN sampai kemudian sukses bertransformasi ke dalam karir politik.

“Beliau diketahui pernah menjadi ASN hingga tingkat eselon II. Kemudian masuk ke dunia politik sebagai wali kota dan berhasil. Kini, menjadi Mensos dan dinilai juga berhasil. Jadi, ini begitu menginspirasi para ASN,” ujar Zudan dalam keterangan pers, Rabu (30/11/2022).

Tak hanya itu, Zudan menambahkan, Presiden Jokowi juga memberikan ruang kepada para ASN yang telah menduduki posisi menteri.

"Sebanyak delapan ASN kini kariernya menjadi menteri, mulai dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Mensos Tri Rismaharini, dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani."

"Kemudian ada Menteri Sekretariat Negara Pratikno, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK) Siti Nurbaya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Basuki Hadimuljono," kata Zudan.

Menurut Zudan, sejak lima tahun lalu, Korpri Kemensos sudah aktif dalam memberikan bantuan sosial, bergerak aktif untuk disabilitas, menyerahkan bantuan ke panti, dan aktif secara internal.

“Satu yang akan kami dorong adalah Korpri Kemensos bisa menggerakkan persemayaman para ASN. Jadi, kalau ada ASN Kemensos dan keluarganya yang meninggal dunia bisa turun membantu pada upacara pemakamannya,” ucap Zudan.

 (A)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...