Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Ketua Umum LSM GETAR: Musda MUI Kabupaten Tangerang Telah Sesuai Aturan Organisasi

TANGERANG (wartamerdeka.info) - Pemilihan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam Musyawarah Daerah ke-10 yang bertempat di Jayakarta Hotel Anyer, Serang, beberapa hari lalu telah menghasilkan KH Ues Nawawi terpilih kembali sebagai Ketua MUI Kabupaten Tangerang, Kamis 29 Desember 2022.

Adapun hal tersebut dipertegas Ketua Umum LSM Gerakan Tangerang Raya (GETAR), M.David Manuputty menjelaskan Musda ke-10  MUI Kabupaten Tangerang telah berjalan dengan baik dan telah mengikuti ketentuan peraturan dasar dan organisasi, tidak ada masalah.

“Dalam Musda tersebut kembali KH Ues Nawawi terpilih kembali memimpin MUI Kabupaten Tangerang,”jelas David Manuputty kepada WARTAMERDEKA.INFO,  Jumat (30/12)

Pada kesempatan itu David pun mengatakan tidak benar kalau dalam pemilihan tersebut tidak mewakili seluruh para peserta, pastinya seluruh tahapan Musda sudah diplenokan tf ditetapkan oleh peserta, dan setahu saya panitia penyelenggara telah berkoordinasi dengan MUI Provinsi Banten.

“Intinya sudah tidak ada masalah dalam pemilihan ketua MUI tersebut, dan semuanya sesuai dengan kesepakatan bersama sesuai mekanisme yang ada, pro dan kontra dalam pemilihan adalah hal biasa dalam organisasi,” tegas David lagi.

M.David Manuputty menerangkan bahwa MUI adalah organisasi yang dilahirkan oleh para ulama, zuama (pimpinan organisasi), dan cendekiawan muslim serta tumbuh berkembang di kalangan umat Islam untuk membimbing, membina, dan mengayomi umat Islam di Indonesia.

“Apabila ada sesuatu yang ingin disampaikan, sampaikanlah dengan bijak kepada MUI, apalagi tentang dana hibah karena untuk hal satu ini ada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang memeriksanya dan pastinya ada Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ), dan bagi pihak pihak yang tidak berkepentingan, janganlah membentuk opini yang sama sekali tidak berdasar, pesan saya “Hormatilah MUI,”tutupnya.(Hanafi)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama