Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Presiden Jokowi Kembali Kunjungi Cianjur, Pastikan Proses Rekonstruksi Dan Penyaluran Bantuan

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Presiden Joko Widodo mengunjungi wilayah terdampak gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin, dengan menggunakan kendaraan darat guna memastikan dimulainya proses rekonstruksi dan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada seluruh korban.


Berdasarkan keterangan Biro Pers Sekretariat Presiden yang diterima di Jakarta, Senin, Jokowi diagendakan mengunjungi sejumlah lokasi, yakni posko penanganan bencana hingga beberapa titik terdampak gempa.

Selanjutnya, Jokowi juga meninjau lokasi pembangunan rumah khusus tahan gempa "Risha" (Rumah Instan Sederhana Sehat) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Cianjur. Usai kunjungan, Jokowi dijadwalkan kembali ke Istana Merdeka, Jakarta, Senin sore.

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungannya ke Cianjur ialah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto.

Baca juga: PUPR: Pembangunan rumah korban gempa Cianjur tuntas sebelum Lebaran

Menurut Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam konferensi pers, Minggu (5/12), gempa bermagnitudo 5,6 SR di Cianjur yang terjadi pada Senin (21/11) menyebabkan korban 334 korban meninggal dunia dan delapan orang masih dalam pencarian.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur Cecep Alamsyah menyebutkan jumlah rumah rusak berat akibat gempa mencapai 8.151 rumah, sedangkan rumah rusak sedang mencapai 11.210 unit dan rusak ringan 18.469 unit. Selain itu, kerusakan juga terjadi di 525 sekolah, 269 tempat ibadah, 14 fasilitas kesehatan, dan 17 gedung kantor.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama