Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Modal Asing Masuk Bersih Ke Pasar Keuangan Domestik Capai Rp4,42 Triliun, Pada Periode 24-26 Januari 2023


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing masuk bersih ke pasar keuangan domestik sebesar Rp4,42 triliun pada periode 24-26 Januari 2023. Mayoritas masuk ke pasar surat berharga negara (SBN).


Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan dalam periode tersebut modal asing masuk ke pasar SBN mencapai Rp3,63 triliun, dan Rp790 miliar ke pasar saham.


Dengan demikian sejak 1-26 Januari 2023, tercatat aliran modal asing masuk bersih Rp48,08 triliun di pasar SBN, namun ada juga modal asing keluar bersih di pasar saham senilai Rp6,83 triliun.


Meski ada aliran modal asing yang masuk tersebut, nilai tukar rupiah dibuka sedikit melemah ke posisi Rp14.955 per dolar AS pada Jumat (27/1) dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan Kamis (26/1) Rp14.945 per dolar AS


Selain rupiah, indeks dolar AS (DXY) juga melemah ke level 101,84. Indeks dolar AS adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap enam mata uang negara utama lainnya, yakni euro, yen Jepang, pound Inggris, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss.


Imbal hasil atau yield SBN Indonesia tenor 10 tahun stabil ke level 6,66 persen. Level yield surat utang Indonesia tersebut lebih menarik dan jauh dari yield surat utang Amerika Serikat atau UST Treasury Note tenor 10 tahun yang berada di level 3,495 persen.


Sementara, premi risiko investasi (credit default swap/CDS) Indonesia 5 tahun turun ke level 83,46 basis poin (bps) per 26 Januari 2023 dari 85,83 bps per 20 Januari 2023. (An)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama