Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Lamongan Usulkan Penambahan Exit Tol Sukodadi-Paciran


LAMONGAN (wartamerdeka.info) - Kabar akan dibangunnya jalan Tol Tuban-Babat-Lamongan-Gresik disambut banyak pihak. Melintasi tiga wilayah pantura, jalan bebas hambatan ini memiliki panjang kurang lebih 73 kilometer dengan 37,8 kilometer diantaranya melintasi Kabupaten Lamongan.


Memiliki jalur terpanjang yang dilewati jalur Tol, Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam hal ini Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengusulkan adanya penambahan simpang susun/exit tol yang terhubung di ruas jalan Sukodadi-Paciran. Hal ini dilakukannya untuk mengakomodir dan menghubungkan jalan nasional arteri primer Surabaya – Lamongan – Widang – Tuban dengan jalan nasional kolektor primer Lohgung – Sadang (Jalan Raya Daendels) serta merupakan akses menuju wisata ( Wisata Bahari Lamongan Dan Makam Sunan Drajat), Industri Pengolahan Hasil Perikanan, Tempat Pelelangan Ikan Brondong, Lamongan Shorebase, Pelabuhan ASDP, Industri Perkapalan dan masih banyak lainnya.  


“Kami ada beberapa usulan dalam perencanaan pembangunan tol. Apalagi daerah kami sedang gencar-gencarnya tumbuh di bidang industri dan kami mempunyai potensi wisata yang sangat luar biasa terutama di wilayah utara. Untuk itu selain simpang susun di wilayah Babat dan Lamongan, Kami mengusulkan penambahan exit tol yang terhubung ke ruas jalan Sukodadi-Paciran untuk mendukung potensi yang kami miliki seperti surat usulan yang telah kami kirimkan sebelumnya,” ucap Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam Rapat Pembahasan Tindak Lanjut Proyek KPBU Jalan Tol Tuban-Babat-Lamongan-Gresik yang diselenggarakan oleh Kementerian PUPR  secara zoom meeting di Ruang Command Center, Jumat (17/2).


Dalam diskusi bersama Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan, Reni Ahiantini dan tim proyek Tol, Bupati juga mengusulkan pergeseran akses simpang susun yang semula berada di Desa Kebalandono/Datinawong untuk digeser ke arah Babat tepatnya di Desa Plaosan. Hal ini dikarenakan area tersebut terkoneksi langsung dengan jalan arteri primer nasional (Surabaya-Lamongan-Widang-Tuban) dan jalan provinsi Babat-Jombang. Sehingga pembangunan Tol yang melintasi Lamongan semakin meningkatkan akselerasi perekonomian di Lamongan.  


Menanggapi hal tersebut, anggota tim proyek pembangunan Tol Rudyanto mengungkapkan, penambahan exit tol seperti yang diusulkan Pemkab Lamongan bisa direalisasikan sementara usulan pergeseran simpang susun belum bisa direalisasikan dengan beberapa pertimbangan terkait demografi wilayah.


“Untuk pergeseran simpang susun ke wilayah Plaosan ini mengalami banyak pertimbangan, dengan mempertimbangkan hal-hal teknis dan juga biaya konstruksi, rencana Simpang Susun Babat tetap didesain pada posisi yang sudah ada,” terang Rudyanto.


Hadir pula dalam rapat tersebut, Kadis PU Bina Marga Lamongan Sujarwo, Kepala Bappelitbangda Suyatmoko, Kadis DLH Andhy Kurniawan serta Kadishub Lamongan Heru Widi. (Mas)  

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama