Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Nelayan Hilang Saat Melaut, Kelaksa BPBD Barru Pimpin Langsung Pencarian


BARRU (wartamerdeka.info) - Nelayan asal Cilellang Kecamatan Mallusetasi yang diduga terseret ombak besar saat melaut, Ahad kemarin hingga saat ini belum ditemukan. 


Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Barru Umar Sinampe memimpin langsung Tim Pencarian pada Senin dini hari tadi (13/2/2023).


Kepada wartawan, Kalaksa BPBD Barru Umar Sinampe mengatakan bahwa nelayan asal Cilellang Mallusetasi diketahui bernama Edy (35) hilang saat sedang melaut akibat cuaca buruk sejak Ahad kemarin.


"Sampai saat ini, tim masih berupaya melakukan pencarian. Namun sementara menunggu cuaca baik," kata Umar melalui sambungan seluler, Senin pagi. 


Saat ini katanya, tim dari BAZNAS Barru juga sudah bergabung dengan tim BPBD di lokasi pencarian.


Diketahui, Edy (35) turun kelaut untuk memancing disekitar wilayah barat pulau Pannikiang Desa Madello kecamatan Balusu.


Muh. Yusup (47) alamat Cilellang Utara yang juga merupakan nelayan sempat melihat Edy di sekitaran jam 15.00 wita di perairan pulau Pannikiang di sebelah barat daya dan memang ombak besar sekitar 3 Meter dan cuaca buruk. Namun ia menuturkan bahwa dirinya berpisah dalam perjalanan kembali di perairan Panikiang.

(Ahkam/Syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama