Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

DP3A Kabupaten Tangerang Lakukan Sosialisasi Revitalisasi Gerakan Sayang Ibu

Hotma Saragih, narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang

TANGERANG (wartamerdeka.info) - Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang melakukan sosialisasi Revitalisasi Gerakan Sayang Ibu dengan mengundang 30 peserta di Aula Kecamatan Kelapa Dua Tangerang Banten, Jumat (19/5/23).


Kegiatan Revitalisasi Gerakan Sayang Ibu ini dihadiri Ibu Sekcam Kelapa Dua, Puskesmas Kecamatan Kelapa Dua, Ibu PKK sekecamatan Kelapa Dua, Kasi DP3A Kabupaten Tangerang Hotma Saragih, Tokoh Masyarakat, dan Organisasi Profesi.


Sementara saat disambangi awak medua Hotma Saragih menyampaikan bahwa dengan gerakan sayang ibu terintegrasi ini mempercepat mengatasi stunting di Kabupaten Tangerang sesuai Peraturan Bupati No 16 tahun 2020.


"Karena  mengingat kasus kematian ibu dan anak yang masih sangat tinggi bahkan kasus stunting yang juga masih tinggi, maka DP3A Kabupaten Tangerang sangat perlu memberikan sosialisasi untuk mengatasi bersama:sama agar angka kasus stuntinhg dapat berkurang dan teratasi khususnya di masing masing kecamatan se Kabupaten Tangerang," jelas Narasumber DP3A.


"Khususnya di Kecamatan Kelapa Dua. Di dini dari bulan April belum ada kasus kematian ibu dan anak. Diharapkan, hal ini mampu meningkatkan kualitas kehidupan perempuan dan anak di Kabupaten Tangerang," pungkas Hotma.

(Hairul.HS)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama