Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Pj. Gubernur Sulbar Mantapkan Dukungan Pembangunan Ekonomi Daerah


MAMUJU (wartamerdeka.info) - Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, ditunjuk sebagai delegasi Pemerintah Republik Indonesia pada pertemuan BIMP-EAGA Chief Ministers, Governors and Local Government Forum (CMGLF), di Bandar Sri Begawan, Brunei Darussalam,  Rabu (23/10).

Forum Kepala Daerah se-kawasan Brunei, Indonesia, Malaysia dan Philipina East Asean Growth Area (BIMP-EAGA) untuk berbagi pengalaman dan diskusi tentang peluang investasi serta menyepakati langkah-langkah untuk mengoptimalkan kemanfaatan kerja sama BIMP-EAGA dalam mendukung pembangunan ekonomi di daerah.

"Pertemuan itu membahas kepentingan bisnis antar empat negara, Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina," ungkap Prof. Zudan. 

Pj. Gubernur Sulbar itu hadir didampingi Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar. Forum tersebut melibatkan 18 provinsi, membahas arah pembangunan Indonesia dalam mengembangkan digital transformasi, blue and green ekonomi sekaligus koridor ekonomi yang perlu dibangun dari Kalimantan-Sulawesi-Maluku-Papua.

“Termasuk berbagai pelatihan yang terkait tranformasi digital, SDM, dan penguatan pelayanan publik di 18 provinsi yang ikut di forum ini,” lanjut Prof Zudan.

Dia juga menyampaikan kesiapan Pelabuhan Tanjung Silopo Sulbar membuka pelayaran langsung ke Lahad Datu Malaysia.

“Berupaya bagaimana produk coklat bisa kita kembangkan. Dan mendapat respon positif,” kata Zudan.

Sementara, Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar merasa bersyukur Sulbar terlibat dalam forum ini, karena Prof Zudan selaku delegasi Indonesia memperkenalkan potensi Sulbar.

Banyak negara lain melirik potensi yang ada di Sulbar dan ini menjadi peluang kerja sama pembangunan ekonomi ke depan. (Tim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama