SMPN 1 Paciran dan SMPN 1 Babat Bebas Dana Investasi


LAMONGAN (wartamerdeka.info) - Ramainya pungutan di sekolah dengan dalih dana investasi atau umum disebut sebagai uang gedung yang dianggap sangat memberatkan wali murid, ternyata itu tidak berlaku bagi SMPN 1 Paciran dan SMPN 1 Babat. Dari informasi yang didapat secara acak SMP Negeri di Lamongan, pungutan dana investasi atau dana tahunan bervariasi. Mulai dari besaran Rp. 990.000 sampai jutaan rupiah. Di SMPN 2 Sukodadi, misalnya besaran dana investasi sebesar Rp. 990.000.

Khamid, Kasek di sekolah itu menyebut jika pungutan dana investasi menyesuaikan dengan kondisi sekolah masing masing. 

"Karena kekuatan di kita (wali murid) hanya dibawah satu juta, ya besarannya sejumlah itu tadi (Rp.990.000, red)," kata Khamid. 

Sementara, di SMPN 2 Lamongan penarikan dana investasi sama sekali belum dilakukan karena masih menunggu rekom dari Bupati. 

"Kalau besaran dana investasi itu, ya biar wali murid mengisi sendirilah, kan kami juga masih menunggu rekom dari Bupati," Ujar Jarno, Kasek SMPN 2 Lamongan.

Sementara, SMPN 1 Paciran tahun ini (2023, red) tidak ada dana investasi. A. Taufiq, Kasek SMP Negeri 1 Paciran sebut tidak ada dana investasi. 

"SMPN 1 Paciran tidak ada dana investasi," kata dia. 

Hal yang sama, juga tida berlaku di SMPN 1 Babat. Nunggal Isbandi bahkan sejak awal memastikan jika di SMPN 1 Babat tidak memungut dana investasi atau dana tahunan. 

"InshaAllah tidak ada uang gedung!," ujar Nunggal saat di tanya besaran pungutan Uang gedung atau dana investasi. (Tim).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama