Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Ketua Yayasan Dharma Patra P. Brandan Dituding Gelapkan Dana Koperasi Serba Usaha

 
P. Brandan, wartamerdeka.info, - H. Sugito, yang saat ini menjabat Ketua Yayasan Dharma Patra (DP) Pangkalan Brandan dituding telah menggelapkan Dana Koperasi Serba Usaha bernilai ratusan juta rupiah milik para pekerja dibawah naungan Yayasan DP. 

Ini bisa dibuktikan dengan banyaknya pekerja seperti guru, cleaning servis, pekerja kebun yang keanggotaan bervariasi dari 3-20 tahun. 

Ketika ingin meminta kembali uangnya terpaksa gigit Jari karena tidak pernah ada Jawaban yang pasti , bahkan pihak pengurus Koperasi melalui ketua Yayasan, terkesan menghindar dari tanggung Jawab. Seperti yang disampaikan sejumlah karyawannya, Selasa (31/10).

"kami sudah menunggu puluhan tahun uang yang dikutip oleh koperasi DP merupakan uang keringat kami murni, dan kami dipotong setiap bulannya melalui Slip Gaji Rp Rp. 30.000,-. Gaji kami juga dibawah UMP, sudah mengabdi atau bekerja mencapai 3 -20 tahun lebih. BPJS tenaga kerja dikutip mencapai 100 ribu lebih namun pihak Yayasan sudah menunda 6 bulan menyetor ke pihak BPJS sehingga kami meminta aparat penegak Hukum baik Kepolisian, Kejaksaan dan Pihak Departemen Tenaga kerja sekaligus Dinas Koperasi langkat untuk bertindak Tegas," Curhat salah seorang karyawannya. 

Saat dikonfirmasi, ketua Yayasan Dharma Patra, Sugito didampingi Sahrum Dahri, Penasehat Yayasan dikantornya, Rabu (1/11) menyangkut tudingan menggelapkan dana koperasi, pihaknya tegas membantah, kalau tudingan itu tidak benar. 

"Namun demikian, pihak pengurus terus berusaha agar uang koperasi yang dipakai dikembalikan ke anggota. Uang yang mencapai Rp. 3.6 milyar seluruhnya yang saat ini, diinvestasikan masih dalam proses menunggu dikembalikan karena kabarnya di Investasikan  untuk pekerjaan proyek jalan Tol," ungkap Sugito. 

Menurut Sugito, investasi dari koperasi Kepada pihak ketiga tersebut sebenarnya telah mendapat ijin dari anggota saat rapat anggota tahunan (RAT), yang nilainya mencapai sekitar Rp. 700 juta. 

Sementata itu, sejumlah pihak telah dipanggil Polres Langkat untuk dimintai keterangan terkait dugaan kasus penggelapan dana koperasi ini. 

Pada saat yang sama, Syaiful Anwar dan Bagus Try Wibowo mewakili pihak korban penggelapan uang Koperasi Serba Usaha yang diduga dilakukan Sugito membantah semua alasan yang disampaikan ketua Yayasan itu.
"Dia hanya membela diri, kami anggota tidak pernah ada RAT, dan dalam waktu dekat ini kami akan membawa permasalahan ini secara hukum karena kami punya bukti telah terjadi penggelapan uang Koperasi Serba Usaha," kata Syaiful Anwar. (Hasrizal)

Komentar

  1. Kalau uangnya jelas masih ada ( katanya ) tetapi tidak juga dikembalikan,walau sudah begitu lama...
    Nah kalau sudah begitu itu terus namanya apa dong pak...???
    Namanya SERBA HITAM alias SERBA GELAP yaa...?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...