BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Daerah

Jakarta, wartamerdeka.info, - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi hujan lebat dengan kecepatan lebih dari 50 milimeter dan angin kencang dengan kecepatan lebih dari 45 kilometer per jam di mayoritas daerah di Indonesia pada hari ini, Senin.

Dari laman resmi BMKG di Jakarta, Senin, (4/12) sejumlah daerah yang harus mewaspadai curah hujan lebat hari ini, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kalimantan Barat.

Selain itu, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Papua.

Potensi terjangan angin kencang akan dialami di Wilayah Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Dari beberapa daerah tersebut, bahkan berpotensi mengalami hujan badai atau hujan disertai kilat dan petir mulai dari Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung.

Selain itu, juga daerah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.

Potensi hujan badai juga melanda wilayah Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku dan Papua Barat.

Hujan lebat hingga badai ini terjadi setelah Indonesia mengalami kekeringan panjang yang menurut BMKG, tahun 2023 merupakan tahun terpanas bagi dunia sepanjang sejarah pencatatan iklim.

Meski demikian, untuk Indonesia masih berada di kondisi yang relatif aman karena kemungkinan besar disebabkan oleh wilayahnya yang lembab dan dikelilingi oleh samudera yang lebih luas dari daratan.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II Hartanto sebut puncak musim hujan Indonesia diprakirakan pada Januari dan Februari 2024.

"Kami melihat potensi hujan deras di beberapa tempat sudah terjadi. Kami meminta pemda merapikan pohon-pohon di daerah lintasan aktivitas manusia agar tidak terjadi pohon tumbang," ujar Hartanto. (**) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama