Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Jadi Pemateri Seminar Internasional, Teguh Iswara Suardi Tampil Luar Biasa

 Barru, wartamerdeka.info, - Teguh Iswara Suardi, ST., M.Sc., didaulat menjadi pemateri seminar internasional bertajuk "Optimalization of Recources in the Digital Era", di aula Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Barru, kelurahan Lalolang, kecamatan Tanete Rilau, kabupaten Barru,Sulsel, Minggu, (28/1/2024).

Selain Teguh, 3 orang profesor dari universitas ternama dari dalam dan luar negeri turut memberi materi dalam seminar tersebut yaitu, Prof. Samer Ali Al-Shami dari Malaysia, Prof. Akhsanul In'am, P.hd dan Prof. Dr. Mansur Razak, SE., MM.

Seminar internasional itu sendiri diikuti oleh para dosen dan mahasiswa Unismuh Barru, serta ratusan tenaga pendidik SD dan SMP sekabupaten Barru.

Dalam materinya, Teguh yang akrab disapa TIS merupakan lulusan Master Tehnik salah satu Universitas di Belgia ini memaparkan beberapa potensi yang dimiliki kabupaten Barru. Dimana Barru memiliki garis pantai terpanjang di Sulawesi selatan dan juga terdiri dari 3 sisi topografi mulai dari laut, daratan dan pegunungan. Sehingga ada banyak hal yang digali dari potensi tersebut.

Kemudian terkait dengan pendidikan, putra ketiga Bupati Barru Suardi Saleh dengan Almarhumah Hasnah Syam ini menjelaskan kualitas suatu bangsa pasti bertumpu pada kualitas pendidikan itu sendiri. Sehingga secara pribadi menurut dia, merasa bangga dengan adanya universitas di kabupaten Barru, yaitu Universitas Muhammadiyah.

"Pendidikan seharusnya mampu menjadi alat untuk membentuk pribadi-pribadi yang siap menghadapi problematika pribadi, sosial, berbangsa dan bernegara untuk saat ini dan untuk masa depan", ungkap Teguh.

Teguh awalnya berprofesi sebagai arsitek dan dosen yang kini terjun ke dunia politik menjelaskan pendidikan harus memiliki arah yang jelas dengan rencana jangka pendek maupun jangka panjang, sesuai dengan potensi yang ada.

"Seperti kita ketahui di kabupaten Barru sebagian besar potensinya pertanian sehingga pendidikan harusnya dapat mensuport potensi pertanian tersebut", terang Teguh.

Dalam kesempatan itu, Teguh juga mengajak para mahasiswa untuk memanfaatkan peluang pendidikan yang lebih tinggi dengan adanya kesempatan memperoleh beasiswa baik dari pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat.
"Dengan banyaknya peluang kesempatan beasiswa dari pemerintah, maka seharusnya para mahasiswa pencari ilmu harus betul-betul memanfaatkan peluang ini", pungkasnya.
Diakhir sambutannya, Teguh Iswara Suardi menyampaikan kata-kata bijak "Pemuda Memang Tidak Memiliki Pengalaman, Karenanya Ia Tidak Menawarkan Masa Lalu, Tapi Pemuda Menawarkan Masa Depan".

Pantauan media ini, rangkaian seminar internasional tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab, dimana Teguh Iswara Suardi menjawab seluruh pertanyaan peserta dengan lugas.(syam)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...