Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Harga Gas Melon Di Lampung Utara Mencapai Rp 50.000/Tabung

 Lampung Utara, wartamerdeka.info, - Tabung gas elpiji 3 kg di Kabupaten Lampung Utara masih tetap langka. Meski telah dilaksanakan operasi pasar oleh pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan.

Meski demikian, masyarakat yang membutuhkan, masih kesulitan mencari gas melon tersebut. Khususnya mereka berasal dari kalangan menengah kebawah. Sebab, dilapangan harganya masih tinggi.

Seperti pantauan media ini, Senin, 10 Juni 2024. Warga mengaku masih sulit mendapatkan gas elpiji bersubsidi itu. Kalau pun ada, harus menguras sampai Rp35 ribu/3 kg untuk di pusat ibu kota kabupaten tertua di Lampung itu.

"Masih bang mencari disini. Kalau pun ada harganya bisa selangit, itu mencarinya sulit. Untuk disekitaran Kotabumi telah menyentuh Rp35 ribu, sebelumnya hanya Rp 22 - 25 ribu saja," ujar Ani salah seorang warga Kotabumi. Senin (10/6/2024).

Bahkan, untuk di luar kota itu bisa mencapai Rp50 ribu/ tabung. Sementara harga ditetapkan pemerintah sesuai HET hanya Rp18 ribu/ tabung.
"Selain sulit, disini harganya tinggi. Enggak tau juga penyebabnya apa, selama ini hanya membeli di warung karena pangkalan tidak ada," timpal  Amin warga di seputaran Kecamatan Bukit Kemuning.

Mereka berharap ada solusi konkrit dalam mengatasi kelangkaan. Sebab, mau memasuki hari perayaan lebaran Idul Adha 1445 H. 

Sehingga dibutuhkan masyarakat, untuk menyambut hari raya korban tersebut.

"Hari Senin, kita umat Islam kan akan merayakan lebaran haji. Ini hari besar umat Islam, jadi butuh persiapan seperti memasak gulai, buat kue dan ketupat," terangnya.(yoke)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama