Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Mengawal Pilkada Lamongan (2) Pro Kontra Surat Rekomendasi DPP PAN

 

Oleh : W. Masykar

Yang jelas, setelah tulisan pertama kemarin banyak yang WA ke saya bahwa surat rekomendasi dari DPP PAN itu, bukanlah surat rekomendasi sesungguhnya. Kalau surat rekomendasi yang benar di tandatangani Ketua Umum dan Sekjen, bagi saya apakah surat rekomendasi itu, valid atau tidak. Bahkan sah atau tidak, bukan wilayah saya - pastinya konfirmasi ke yang bersangkutan sudah dan dijawab benar.

Disini saya lantas memilih diksi "cerdas" dan tidak sekedar "berani". Kalaupun toh, mekanisme pemberian surat rekomendasi tersebut benar, artinya DPP PAN " Cerdas" karena mendahului partai partai lain, yang selama ini baru sebatas surat tugas. Sebaliknya, jika surat rekomendasi itu menurut mekanisme partai salah, juga "cerdas" karena jajaran petinggi partai PAN telah berani melangkah melampaui kewenangannya.

Pada konteks ini, saya tidak dalam rangka memberi dukungan ke balon tertentu. Sebagai jurnalis (penulis) jiwa saya terdorong untuk merespon sesuatu yang oleh banyak pihak sebagai kejutan.

Tapi pembaca merespon lain, terjadi polarisasi. Pendukung incumbent mencibir tulisan saya, sementara, yang kontra salut dan menganggap tulisan saya - tidak sekadar joss tapi bahkan melebihi jos. Keduanya, bagi saya biasa saja. 

Karena bisa jadi maksud dari tulisan saya belum banyak dipahami, sehingga lebih mengedepankan sinyal emosi bahwa tulisan yang pertama kemarin ingin pamer ke balon bupati dan wakil bupati pada pilkada Lamongan 2024, yang belum mendapat surat rekomendasi dari partai pengusung. (Bersambung)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...