Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Tingkatkan Ekosistem Literasi Perbukuan Butuh Dukungan Multi Pihak

 
Jakarta, wartamerdeka.info, - Permasalahan literasi menjadi isu yang penting dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Penguatan ekosistem literasi khususnya dalam ekosistem perbukuan di Indonesia sangat perlu dilakukan.

Hal tersebut disampaikan Warsito dalam Diskusi Kelompok Terpumpun Pengembangan Ekosistem Perbukuan yang Sehat Untuk Pembudayaan Literasi dan Pembangunan Karakter Bangsa, di Hotel Harris Suites fX Sudirman Jakarta, Kamis (25/7/2024).

Deputi Warsito menyampaikan, untuk meningkatkan ekosistem literasi perbukuan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Melainkan butuh dukungan multi sektor semua pihak. Mulai dari pemerintah, meliputi pemerintah daerah, sektor swasta, industri penerbitan, penulis, dan masyarakat sipil. 
"Berbicara ekosistem ini dari hulu hingga hilir harus kita rajut betul. Kami dari Kemenko PMK akan mendukung terkait peningkatan ekosistem perbukuan dari hulu hingga hilir," jelasnya.

Praktik penyelenggaraan ekosistem perbukuan di Indonesia, lanjut Warsito dikutip dari Laman Kemenko PMK, Jumat (27/7/2024) telah ada sejak zaman sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Terbentuknya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan menandakan hadirnya perhatian Pemerintah terhadap eksistensi praktik dan industri perbukuan serta harapan akan hadirnya tata kelola perbukuan nasional yang sistematis dan menyeluruh.

Selain itu, sudah ada Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan menyatakan bahwa pengembangan ekosistem perbukuan yang sehat untuk menghasilkan buku umum yang bermutu merupakan tugas dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan/atau masyarakat. 

Warsito mengutip adagium yang menyatakan bahwa “buku adalah jendela dunia” mengandung arti dengan membaca buku akan membuka dan memperluas wawasan seseorang tanpa perlu melakukan perjalanan. Dia menjelaskan, ada 3 hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan ekosistem literasi perbukuan dari hulu hingga hilir. Pertama mensosialisasikan pentingnya literasi sejak dini, kedua meningkatkan komponen sumber bacaan yang baik, ketiga regulasi kebijakan yang baik. "Dengan tiga hal ini menjadi komitmen kita menjadikan kebiasaan membaca naik derajatnya menjadi budaya membaca," ujarnya.

Di tahun 2022, Kemenko PMK telah melaksanakan rakor tentang pelaku perbukuan dimana salah satu hasilnya adalah perlunya peran yang kongkrit antar pemangku kepentingan dalam penyediaan buku bermutu, murah, dan merata serta dukungan kebijakan Pemerintah terhadap penumbuhkembangan industri perbukuan di Indonesia. 
Sebelumnya di tahun 2021, Kemenko PMK juga telah menyusun Naskah Akademik Peta Jalan Pembudayaan Literasi dimana fokus kebijakan pembudayaan literasi dilakukan di keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat. 

“Kebijakan pembudayaan literasi perlu diterapkan di daerah untuk memunculkan multiplier effect terhadap penumbuhkembangan industri perbukuan lokal yang nantinya dapat menyediakan bahan bacaan secara merata sesuai penjenjangan umur bagi masyarakat,” ujar Warsito.

Dalam kesempatan itu hadir Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbud Ristek Anindito Aditiomo, Direktur Utama PT Balai Pustaka Achmad Fachroji, Pemimpin Redaksi Perpusnas Press Edi Wiyono, Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Arys Hilman Hidayat, Perwakilan Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Bappenas, Perwakilan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Kemenparekraf, Kemendagri, Setkab, Perwakilan Penerbit dari Republika, Gramedia Pustaka Utama, Komunitas Penulis dari Perkumpulan Penulis Indonesia ALINEA, Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia (PENPRO), Kelompok Ilustrator Buku Anak (KELIR), Forum Penulis Bacaan Anak (Paberland).

Warsito juga meminta setiap perwakilan menjelaskan masalah yang dihadapi dalam pengembangan buku, bagi penulis, penerbit, dari sisi regulasi kebijakan, pandangan dari pemerintah daerah, kementerian lembaga, dan sebagainya. 

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbud Ristek Anindito Aditiomo menerangkan bahwa untuk meningkatkan ekosistem literasi perbukuan pemerintah sudah memiliki dasar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan. Selain itu mendatang akan ada regulasi-regulasi menyusul dalam mendukung ekosistem perbukuan.

Lebih lanjut, Anindito menyampaikan bahwa untuk meningkatkan ekosistem literasi pemerintah sudah memiliki Kurikulum Merdeka yang mana menekankan pada fleksibilitas, termasuk di daerah dengan akses fasilitas terbatas untuk menerapkan pembelajaran terdiferensiasi khususnya dalam literasi membaca.

Selain itu, masukan didapat dari masing-masing pihak penerbit, penulis, menyampaikan beberapa kendala. Di antaranya mengenai penerbitan buku yang memiliki biaya lebih mahal. Kemudian dari pihak penulis yang memerlukan dukungan lebih banyak dari pemerintah, dan juga untuk pihak penerbit buku perlu dukungan dalam melakukan pameran dan penjualan buku. 

Diharapkan pemerintah daerah juga perlu memiliki regulasi yang penting dalam mendukung ekosistem perbukuan dan literasi di daerahnya.

"Kami berharap pertemuan ini dapat memberikan masukan kepada kita semua tentang situasi dan kondisi sistem perbukuan di Indonesia dan makin menguatkan komitmen kita untuk bangkit meningkatkan perekonomian nasional melalui peran industri perbukuan," ungkap Warsito. (*/wm)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...