Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Pilkada Lamongan Meneropong Pola Perilaku Pemilih


Oleh : W. Masykar
Hari ini, Rabo 27 November 2024, Pilkada serentak digelar. Setelah dua bulan masa kampanye - yang dipenuhi dengan intrik, hoax, fitnah sampai pada janji dari masing masing paslon, hari ini akan ditentukan - siapa paslon yang mendapat simpati dan dukungan riil dari masyarakat pendukungnya sehingga berujung pada keberhasilan memenangkan kontestasi dalam pilkada ini.

Di Lamongan menjelang hari pencoblosan banyak fakta menarik - masyarakat tidak lagi mengedepankan soal jalan rusak, atau hal hal yang dinilai negatif dari salah satu paslon (sebut saja petahana) tapi semua nyaris tertuju pada "amplop". Siapa yang menjatuhkan amplop, dialah yang dipilih. Atau siapa yang amplopnya lebih besar jumlahnya, pasti akan dipilih.

Lantas, bagaimana dengan warga masyarakat yang tidak kebagian amplop? Pertanyaannya, adakah warga yang tidak mendapatkan amplop? Jawabanya tidak lagi banyak, tapi sangat banyak, hampir sama banyaknya dengan yang mendapatkan amplop. Celah ini, nampaknya menjadi penting untuk di telaah. Masyarakat yang tidak mendapatkan amplop ternyata tidak selamanya dan semuanya diam dan passif.

Sikap pasif dan cuek memang menjadi pilihan ketika yang diharapkan tidak kunjung didapatkan. Tapi selain itu, tidak sedikit juga yang tidak mendapatkan amplop tetapi tetap menentukan pilihan. Biasanya, model seperti ini akan dilakukan oleh warga masyarakat yang menganggap memiliki kedekatan emosional dengan paslon tertentu atau pernah ketemu bersalaman berfoto bersama sehingga wajar kalau pada konteks ini, petahana  mendapat durian runtuh.

Selain itu, banyak warga masyarakat yang tidak mendapatkan amplop juga tetap menyalurkan hak konstitusionalnya karena menghargai tokoh di lingkungannya atau teman koleganya yang menjadi panutan. Bahkan, ada semacam garansi - mereka di garansi oleh tokoh, teman kolega yang mereka kenal baik untuk tetap menggunakan hak politiknya untuk memilih paslon tertentu. 

Nah, bagaimana dengan suara yang tercecer itu, tapi dimana suara tercecer tersebut tidak ada yang bisa mengakomodir - amplop tidak ada, tokoh panutan tidak ada, mau tidak mau mereka akan bersikap pasif sambil menunggu kabar terbaru, atau sama sekali diam dan tidak beranjak kemana mana?(*) 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...