TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

HAB ke-79, Kemenag Barru Gelar Lomba Ceramah "Pencegahan Stunting dan Perkawinan Anak"

Barru, wartamerdeka.info, - Dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama Republik Indonesia, Kemenag Barru menggelar Lomba Ceramah bertema “Pencegahan Stunting dan Perkawinan Anak” yang melibatkan Penyuluh Agama Islam, Pengawas, dan Kepala Madrasah se-Kabupaten Barru, berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru, Selasa (24/12/2024).

Koordinator Lomba, Dr. H. Muhlis Hakim, M.Pd., MM., menyampaikan pentingnya acara ini sebagai langkah nyata membangun kesadaran masyarakat tentang bahaya stunting dan pernikahan anak. 

Menurutnya, penyuluh agama, pengawas, dan kepala madrasah memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di tengah masyarakat khususnya yang terkait dengan pencegahan stunting dan perkawinan anak.

Dalam Rilis yang diterima menyebutkan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru, Dr. H. Jamaruddin, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan pentingnya acara ini sebagai wujud evaluasi dan penguatan peran penyuluh agama.

“Kita berkumpul di tempat ini tidak hanya untuk memperingati HAB ke-79, tetapi juga untuk membahas penanggulangan stunting dan pernikahan di bawah umur, khususnya di Kabupaten Barru dan Sulawesi Selatan. Penyuluh agama, pengawas, dan kepala madrasah adalah fasilitator, motivator, sekaligus advokat masyarakat. Kehadiran mereka di tengah masyarakat sangat penting untuk menyebarluaskan kebijakan pemerintah, termasuk terkait pencegahan stunting dan pernikahan anak,” ujar H. Jamaruddin.

Dikatakan, HAB ke-79 menjadi momentum refleksi bagi Kementerian Agama untuk terus menjadi penggerak dalam menghadapi persoalan sosial.

 “Hari Amal Bhakti ini bukan sekadar perayaan, tetapi upaya mendorong masyarakat hidup lebih baik. Salah satunya dengan mencari solusi konkret terhadap masalah stunting dan pernikahan anak yang masih menjadi tantangan di Barru", sebut H. Jamaruddin.

Ditegaskan, Acara ini menjadi bukti nyata peran aktif Kementerian Agama Kabupaten Barru dalam mengatasi isu-isu sosial yang berdampak pada generasi mendatang. (syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama