
Novel, Karya : YM. Sjahrir Tamsi, Tomakaka Adaq Jambu Cappa Bate Dara' Kerajaan Binuang Mandar (Ketua Adat/Kepala Distrik Jambu, Cappa Bate Dara' Kerajaan Binuang Mandar).
Seri 21. Raja PYM. Pangeran Arya Dirgantara dan Permaisuri YM. Putri Ima Tangnga-Tangnga, Peduli Kemaslahatan Rakyat.
Setelah pernikahan yang megah, Raja PYM. Pangeran Arya Dirgantara dengan Permaisuri, YM. Putri Ima Tangnga-Tangnga segera mengalihkan perhatian mereka kepada tanggung jawab utama sebagai pemimpin Kerajaan. Memajukan kemaslahatan rakyatnya dan memperkuat fondasi Kerajaan. Keduanya memahami bahwa kekuatan sebuah Kerajaan tidak hanya terletak pada Istana yang megah, akan tetapi juga pada kesejahteraan rakyat yang hidup di dalamnya.
Bersama para Penasihat dan Perangkat Adat Kerajaan, Raja PYM. Pangeran Arya Dirgantara dan Permaisuri, YM. Putri Ima Tangnga-Tangnga memulai berbagai program untuk meningkatkan taraf hidup rakyatnya. Program Utama diantaranya :
Raja dan Permaisuri memperkenalkan teknologi baru untuk pertanian, termasuk alat-alat modern yang memudahkan petani dalam bercocok tanam. Hasil panen yang melimpah tidak hanya mencukupi kebutuhan Kerajaan, akan tetapi juga dijual hingga Kerajaan lain, dalam rangka meningkatkan pendapatan rakyatnya;
2. Pendidikan untuk Semua.
Permaisuri, YM. Putri Ima Tangnga-Tangnga, yang dikenal berpendidikan dan kecerdasannya mumpuni, memimpin inisiatif reformasi pendidikan. Ia mendirikan sekolah-sekolah di seluruh wilayah Kerajaan, memastikan setiap anak, baik dari keluarga bangsawan maupun rakyat jelata, memiliki akses yang sama untuk bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Ia juga mengundang para cendekiawan untuk mengajar, menciptakan generasi muda yang terdidik dan siap memimpin di masa depan;
3. Pelayanan Kesehatan Gratis.
Menyadari pentingnya kesehatan untuk kesejahteraan rakyat, Raja dan Permaisuri mendirikan Rumah Sakit Kerajaan yang memberikan pelayanan gratis. Para tabib terbaik diundang untuk bekerja di Rumah Sakit ini, melayani rakyat dengan penuh dedikasi.
"Kami merasa diperlakukan seperti keluarga oleh Paduka Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Permaisuri. Mereka tidak hanya memimpin dari singgasana, akan tetapi juga hadir di tengah-tengah kami."
Raja dan Permaisuri juga mengadakan festival tahunan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Festival ini menjadi ajang untuk mempererat persatuan, menampilkan budaya, seni, dan makanan khas dari berbagai wilayah Kerajaan.
Pada festival pertama setelah pernikahan, Raja PYM. Pangeran Arya Dirgantara berkata dalam pidatonya :
"Kerajaan ini adalah milik kita semua. Bersama kita bangkit : "Membangun Desa dan Menata Kota" dengan penuh harapan untuk masa depan yang cemerlang, sejahtera dan bahagia."
Kebijakan dan tindakan mereka bukan hanya tentang pembangunan fisik, akan tetapi juga tentang membangun semangat kebersamaan, cinta kasih sayang dalam hidup bermasyarakat. Raja dan Permaisuri selalu menekankan pentingnya gotong royong, rasa syukur, dan saling menghormati di antara sesama rakyat.
Permaisuri YM. Putri Tangnga-Tangnga pernah berkata kepada sekelompok perempuan di desa : "Kalian adalah tiang keluarga dan tiang masyarakat. Jangan pernah merasa kecil. Peran kalian sangat besar dalam membangun Kerajaan ini."
Upaya Raja PYM. Pangeran Arya Dirgantara dan Permaisuri YM. Putri Ima Tangnga-Tangnga mendapatkan pengakuan luas. Utusan dari Kerajaan-Kerajaan tetangga datang untuk belajar dari kebijakan mereka dalam "Membangun Desa dan Menata Kota." Hal ini semakin memperkuat posisi Raja PYM. Pangeran Arya Dirgantara sebagai Kerajaan yang sangat dihormati di seluruh negeri.

