Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Membangkitkan Cendekiawan Muslim Berkontribusi Nyata Umat dan Bangsa


Oleh: Ulul Albab
Ketua ICMI Jawa Timur

(Seri Kajian Ramadhan (Bagian-3)
Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Di bulan suci ini, umat Islam diberi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, memperbaiki hubungan sosial, dan yang tak kalah penting, merenungkan kembali tujuan hidup kita. 

Bagi ICMI, Ramadhan adalah waktu yang sempurna untuk merefleksikan kembali perjalanan Sejarah dan merencanakan langkah-langkah besar untuk masa depan umat. Membangkitkan semangat berhidmat dan menebar kemaslahatan kepada sebanyak mungkin manusia.

Jika kita menengok sejarah, ICMI pernah membuat sebuah langkah luar biasa dengan mendirikan Bank Muamalat pada tahun 1991. Bank ini bukan hanya menjadi pionir perbankan syariah di Indonesia, tetapi juga membuktikan bahwa umat Islam memiliki potensi besar untuk menciptakan perubahan ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan. 

Kini, menjelang Ramadhan 2025, saatnya para aktivis dan pengurus ICMI menulis sejarah baru. Saatnya ICMI kembali bergerak untuk mengubah tantangan menjadi peluang, khususnya di bidang ekonomi umat.

Mengapa Usaha Produktif Penting bagi ICMI?
Ekonomi syariah kini semakin berkembang pesat. Dari fintech syariah, e-commerce syariah, hingga usaha kecil berbasis syariah. Banyak sektor yang masih memiliki peluang besar untuk dimanfaatkan. Di tengah kemajuan ini, ICMI perlu lebih berani dan lebih aktif untuk mengambil bagian dalam mengembangkan sektor ekonomi. 
Tentu saja ini dilakukan, bukan hanya sekadar untuk menjawab kebutuhan pasar, tetapi yang lebih penting adalah untuk menjamin kemandirian organisasi dan memberdayakan seluruh anggotanya, serta menghimpun dana yang kuat untuk pemberdayaan umat.

Mendirikan usaha produktif yang berbasis syariah adalah langkah penting agar ICMI bisa berdiri lebih kokoh. Kita tidak hanya ingin menjadi organisasi yang bergantung pada dana eksternal atau sumbangan, tetapi kita ingin menjadi organisasi yang mandiri, yang bisa menjadi sumber kesejahteraan bagi anggotanya, dan yang mampu menggerakkan roda ekonomi umat. 

Dalam bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, adalah waktu yang tepat untuk mengambil langkah besar menuju kemandirian itu. Menjadi pemain aktif dalam melakukan perubahan besar yang bermanfaat. Bukan sekedar pengkritik di luar arena dengan kondisi secara pendanaan tak berdaya.

Membangun Ekonomi Umat yang Berkelanjutan
Tantangan besar yang dihadapi umat Islam saat ini adalah ketidakmerataan ekonomi. Banyak di antara kita, terutama para cendekiawan, yang memiliki potensi luar biasa, tetapi terhambat oleh masalah ekonomi. Usaha produktif yang kita bangun dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah ini, sekaligus memberi dampak yang lebih luas bagi umat.

Dengan mendirikan usaha produktif, kita bisa membuka lebih banyak peluang kerja, menciptakan lapangan usaha baru, dan yang terpenting, menjadi modal untuk membangun umat. ICMI bisa berperan sebagai katalisator yang mendorong tumbuhnya usaha-usaha kecil dan menengah, yang berbasis pada prinsip-prinsip syariah, dan ini akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

ICMI sebagai Penggerak Ekonomi Umat
Mendirikan usaha produktif bukan hanya soal membangun kekuatan finansial untuk ICMI, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa menjadi penggerak ekonomi umat. Jika kita bisa sukses dalam mengelola usaha-usaha ini, ICMI akan bisa memberikan kontribusi yang lebih nyata bagi masyarakat dan bangsa. 

Disamping itu, ICMI juga bisa memberdayakan anggotanya untuk ikut berperan serta dalam mengelola usaha-usaha ini, sehingga mereka tidak hanya mendapatkan manfaat langsung dari sisi finansial, tetapi juga bisa mengembangkan diri dan memberi manfaat lebih luas bagi umat.

Dengan berjalannya waktu, usaha produktif ini akan menjadi modal penting dalam menjalankan tugas kita untuk membangun umat dan bangsa. ICMI tidak hanya sekadar berperan dalam bidang intelektual, tetapi juga dalam menciptakan lapangan kerja, menggerakkan perekonomian, dan mewujudkan kesejahteraan umat.

Ramadhan Momen Menciptakan Perubahan
Ramadhan bukan hanya soal berpuasa, tetapi juga soal merencanakan perubahan yang lebih baik. Ini adalah waktu yang tepat untuk memikirkan langkah besar yang akan membawa perubahan bagi umat. ICMI harus berani untuk mengukir sejarah baru dengan membangun usaha produktif berbasis syariah yang dapat memberi manfaat langsung bagi umat Islam dan juga bagi masyarakat Indonesia secara luas.

Dengan langkah ini, ICMI akan semakin kuat, semakin mandiri, dan lebih siap untuk menjalankan peran besar dalam membangun umat dan bangsa. Ramadhan 2025 bisa menjadi momentum besar bagi kita untuk merancang masa depan yang lebih cerah, untuk menjadi agen perubahan yang lebih nyata dan lebih berdampak. (Amin).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...