Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Wisata Indonesia

Gantikan AKBP Dodik, AKBP Ananda Fauzi Harahap Siap Pimpin Polres Barru


Barru (wartamerdeka.info) - Gerbong mutasi dalam jajaran Kepolisian Republik Indonesia kembali bergulir. Salah satu yang mengalami rotasi adalah jabatan Kapolres Barru.

AKBP Dodik Susianto, S.I.K. yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Barru, kini resmi digantikan oleh AKBP Ananda Fauzi Harahap, S.I.K., berdasarkan surat keputusan mutasi dari Mabes Polri.

AKBP Ananda Fauzi Harahap bukan nama baru dalam dunia intelijen kepolisian. Perwira menengah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2005 ini terakhir menjabat sebagai Kasat Intelkam Polres Metro Jakarta Selatan, serta pernah mengemban sejumlah posisi strategis seperti Kasat Intelkam Polrestabes Makassar, Kapolsek Ujung Pandang, hingga Kapolsek Panakkukang.

Ananda Fauzi juga dikenal sebagai mantan Sespri Kapolda Sulsel ketika dijabat Irjen Pol Muktiono, serta sempat menjadi Tenaga Pendidik (Gadik) Madya 5 SPN Batua Polda Sulsel.

Putra asal Aceh Timur yang akrab disapa “Panglima Timur” ini dikenal sebagai sosok perwira muda yang tegas dan berpengalaman dalam bidang intelijen dan reserse.

Sementara itu, pejabat lama AKBP Dodik Susianto mendapatkan amanah baru sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadir Ditreskrimsus) Polda Sulsel. 

Selama bertugas di Barru, AKBP Dodik dikenal berhasil mengungkap sejumlah kasus besar, termasuk pengungkapan narkotika jenis sabu seberat 30 kilogram.

Mutasi ini diharapkan dapat membawa semangat baru dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Barru. (syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama