Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Barru Dapatkan Program Aksi Stop Stunting untuk 21 Lokus


Makassar (wartamerdeka.info) - Kabupaten Barru menjadi salah satu daerah yang memperoleh program Aksi Stop Stunting (ASS) dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Program ini menyasar 21 desa/kelurahan (lokus) di Barru dalam rangka percepatan penurunan angka stunting dan perbaikan gizi masyarakat.

Program tersebut resmi diluncurkan dalam kegiatan “Launching Aksi Stop Stunting, Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) Andalan Hati Melayani Sehat untuk Semua, Ambulance Mini ICU Andalan Hati, dan SulSel Andalan Hati Melayani” yang digelar di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Jumat (25/7/2025). 

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Barru, A. Milawaty Abustan. S. Sos. MM menyambut baik program ini, dan menyatakan kesiapan PKK untuk bersinergi dalam edukasi serta pendampingan keluarga, khususnya ibu hamil dan balita, demi menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Barru.


“Kami sangat mengapresiasi langkah Pemprov Sulsel ini. Dengan pendekatan lintas sektor dan inovasi layanan kesehatan, kami optimis gerakan ini akan membawa manfaat nyata untuk keluarga-keluarga di Barru,” ungkap A. Milawaty. 

Dikatakan, selain 21 lokus desa/kelurahan yang mendapatkan program ASS, Pemkab Barru juga berkomitmen memperluas cakupan intervensi.

“InsyaAllah, balita dan ibu hamil yang bermasalah gizi di luar 21 lokus akan di-#GASSPOL#-kan melalui dukungan APBDesa dan CSR. Ini adalah bentuk keseriusan kami untuk menjadikan gerakan ini lebih inklusif dan menyeluruh,” ujarnya.

Program ASS ini lanjut A. Milawaty diharapkan tidak hanya menjadi gerakan simbolis, tetapi benar-benar menjadi pemicu perubahan pola hidup sehat, edukasi gizi, serta pelayanan kesehatan yang cepat dan merata hingga ke pelosok desa.

Menariknya, saat sesi tanya jawab bersama Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Ketua TP. PKK Barru yang menjawab pertanyaan terkait sasaran program ASS, berhasil meraih apresiasi khusus berupa hadiah sepeda listrik dari Gubernur. 

"Ini tentunya menambah semangat dan motivasi bagi Kabupaten Barru untuk terus menjadi garda depan dalam program penurunan stunting di Sulsel", sebutnya. (syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama