Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Lemahnya Pengawasan Terhadap Jaringan Kabel di Kota Tasikmalaya


Tasikmalaya (wartamerdeka.info) - Kabel optik yang tidak tertata bukan hanya menjadi masalah estetika, tetapi juga mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap pelaku usaha penyedia jaringan internet.

Hal ini dinyatakan Asep Setiadi, Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) DPC Kota Tasikmalaya, di kantornya Kamis (31/07/2025).

"Kita tidak tahu apakah semua provider ini punya izin atau tidak. Yang jelas, kabel-kabel mereka menggantung semaunya di ruang publik tanpa memperhatikan keselamatan dan keindahan kota," ujar Asep.

Tidak hanya merusak keindahan visual, kabel-kabel tersebut juga berpotensi membahayakan warga, terlebih saat terjadi cuaca buruk, pohon tumbang, atau kecelakaan lalu lintas.

PWRI Kota Tasikmalaya, Asep menegaskan, mendorong pemerintah kota untuk segera melakukan penertiban dan pendataan ulang terhadap seluruh penyedia jaringan internet, baik swasta, BUMN, BUMD, maupun provider independen lainnya.

Hal ini, lanjutnya, sangat penting untuk memastikan bahwa setiap perusahaan yang menggunakan ruang udara kota sudah memiliki izin resmi dan mematuhi standar penataan kabel.

Sebagai langkah konkret, PWRI berinisiatif mengusulkan forum duduk bersama antara pemerintah kota, instansi terkait seperti Dinas Kominfo dan Dinas Perhubungan, bersama seluruh pengusaha penyedia jaringan kabel optik.

Tujuannya, ujar Asep, untuk mencari solusi jangka panjang dan menciptakan aturan bersama dalam penataan kabel optik yang rapi, aman, dan tidak mengganggu keindahan kota.

"Kami ingin semua pihak duduk bareng. Tidak hanya menyalahkan, tapi bersama-sama menyusun rencana penataan kabel secara profesional dan manusiawi. Jangan sampai kita hanya berorientasi pada percepatan digitalisasi, tapi mengorbankan tata ruang kota dan keselamatan masyarakat," tegas Asep.

PWRI juga mendorong adanya penataan ulang master plan jaringan kabel di Kota Tasikmalaya yang mengedepankan sistem ducting atau saluran bawah tanah. Meski membutuhkan investasi awal yang besar, sistem ini diyakini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi kerapihan kota dan kenyamanan warga.

PWRI berharap langkah ini dapat menjadi awal dari sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat untuk menciptakan ruang kota yang lebih tertata, indah, dan aman di era digitalisasi yang semakin masif ini. (Randi Yunantan) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...