Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Breaking News

Berita Foto

Cinque Terre

Hawa Moalim, 33 tahun, duduk bersama anak-anaknya di kamp pengungsi Wayamo di Baidoa, negara bagian Somalia Barat Daya, setelah melarikan diri dari wilayah Bakool ketika kekeringan menghancurkan mata pencahariannya. Ia memulai perjalanan dengan enam anak dan beberapa kambing yang selamat, tetapi hewan-hewan itu mati di sepanjang jalan, sehingga keluarga tersebut tidak memiliki apa pun ketika mereka tiba dua minggu lalu. [Abdulkadir Mohamed/NRC] (sumber: Al Jazeera)

Perkumpulan Pedagang Wisata Kojengkang Berbagi Santunan Anak Yatim


Tasikmalaya (wartamerdeka.info) - Perkumpulan Pedagang Wisata Kojengkang Dadaha (PPWKD) menggelar santunan kepada anak yatim piatu di Pasar Wisata Kojengkang Dadaha, Minggu (27/07/2025).

Kegiatan yang berlangsung ke empat kalinya, saat ini menyantun sekitar 100 anak yatim dan dhuafa.

Ketua PPWKD, Edi Hermawan, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pedagang, tokoh masyarakat, pengurus, dan undangan yang telah membantu menyukseskan acara tersebut.

"Saya mohon doanya dari anak-anak yatim piatu, agar Perkumpulan Pedagang Wisata Kojengkang Dadaha semakin maju, berkah dan menjadi sumber keberkahan bagi masyarakat luas khususnya Kota Tasikmalaya," ujarnya.


Edi berharap, ke depan bisa menyantuni para lansia atau jompo, semoga kegiatan ini menjadi berkah untuk semua. Sudah empat kali pihaknya melakukan kegiatan ini, yang sudah menjadi tanggung jawab sosial.

Edi menekankan, pemerintah kota, khususnya Walikota Tasikmalaya, ikut terlibat dalam pengelolaan kawasan belakang Gedung GGM yang masih belum tertata dan di luar area anggota PPWKD.

Edi berharap, lokasi ini dapat dijadikan satu kesatuan area wisata yang lebih tertib, sehingga pengembangan pasar Kojengkang bisa berjalan lebih optimal.

Acara ini, lanjutnya, bukan hanya menjadi ajang berbagi, tapi juga menunjukkan bahwa para pelaku usaha kecil di Tasikmalaya terus berperan aktif dalam membangun iklim sosial yang penuh empati dan harapan. (Randi Yunantan)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama