TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Capaian Belanja Daerah, Lamongan Posisi Ke 14 Terbaik Nasional

Lamongan, wartamerdeka.info, - Pemerintah Kabupaten Lamongan mencatat capaian terbaik dalam survei Ditjen Bina Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri tentang pengelolaan anggaran Belanja Daerah.

Kabupaten Lamongan masuk 20 besar nasional dan pada posisi 14 dari sebanyak 514 kabupaten/kotamadya pada periode Agustus ini.
Laporan Ditjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, per-tanggal 8 Agustus, Kabupaten Lamongan berhasil dalam penyerapan anggaran, mencapai 53,13 persen
dari total anggaran 58,19 persen.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lamongan, MS. Heruwidi mengungkapkan dengan capaian ini, artinya Lamongan dalam kondisi keuangan yang baik.
“Ini berarti anggaran kita liquid, likuiditas anggaran kita tetap terjaga secara baik,” Ungkap mantan Kadishub Lamongan ini, Jumat (15/8/2025).Sinergi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lamongan adalah salah satu faktor penting dari keberhasilan ini. Tiap OPD memiliki kesadaran untuk mempercepat proses administrasi keuangan, sehingga pencairan anggaran dapat segera dilakukan setelah kegiatan selesai.

Heruwidi juga berharap keberhasilan  pencapaian ini bisa terus dipertahankan sehingga stabilitas keuangan daerah, terutama di Lamongan tetap terus terjaga dengan baik di masa mendatang.
“Kalau sudah selesai kegiatannya, segera dilaksanakan proses pencairan, dibuat Surat Pernyataan Realisasi (SPR)-nya. Ini merupakan hasil kerja sama semua pihak dan kesadaran untuk bergerak cepat,” Pungkas Heruwidi.(wm)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama