Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Desakan SEMMI Cabang Surabaya: Usut Tuntas atau Gelombang Massa Bergerak!

Surabaya, wartamerdeka.info, - Tragedi seorang pengemudi ojek online (ojol) yang dilindas kendaraan aparat kepolisian saat aksi demonstrasi kemarin memantik gelombang kemarahan publik. Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Surabaya, Ryu Choirul Adi Firmansyah, menegaskan peristiwa ini bukan sekadar insiden, tetapi bukti nyata gagal dan ketidakbecusan negara dalam menjalankan fungsi perlindungan terhadap rakyatnya.

“Negara seharusnya hadir melindungi rakyat. Tapi apa yang kita saksikan? Aparat justru melindas, pemerintah menutup mata, DPR diam membisu. Ini adalah cermin kepemimpinan yang tidak becus!” tegas Ryu.

Ryu menolak anggapan bahwa tragedi ini hanyalah kelalaian teknis. Menurutnya, aksi rakyat turun ke jalan lahir dari keresahan yang nyata terhadap kebijakan yang tidak berpihak.

“Aksi demo bukan tanpa alasan. Itu adalah jeritan perut yang lapar, hati yang kecewa. Tapi bukannya dijawab dengan dialog, justru dibalas dengan kekerasan. Maka tragedi ini adalah puncak dari kegagalan negara mendengar suara rakyat,” ujarnya.Ia menegaskan bahwa SEMMI Cabang Surabaya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Bahkan, Ryu mengingatkan bahwa jika pemerintah dan DPR tetap bungkam, maka gelombang massa akan semakin besar.

“Kami tegaskan: SEMMI akan terus berada di jalan kebenaran. Jangan pernah menganggap tragedi ini bisa dilupakan begitu saja. Jika negara tetap bungkam, ribuan kader dan massa SEMMI siap memenuhi jalanan Surabaya bahkan kota-kota lain untuk menuntut keadilan!” katanya dengan lantang.

SEMMI Surabaya menegaskan akan mengawal kasus ini tanpa kompromi. Bagi Ryu, tragedi ini harus menjadi titik balik, bukan sekadar catatan kelam yang dilupakan.

“Hari ini seorang ojol jadi korban, besok bisa siapa saja. Negara tidak boleh berdiri di atas darah rakyat kecil. Jika penguasa terus membungkam suara rakyat dengan ban dan kekerasan, maka jangan salahkan bila perlawanan rakyat semakin besar. SEMMI siap berada di garis depan!” pungkasnya.(Nob)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama