TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Digitalisasi Pembudidaya Ternak Lele di Desa Mattiro Ade Melalui Pembuatan Lokasi Google Maps


Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 114 Universitas Hasanuddin kembali hadir dengan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat desa. Salah satu kegiatan unggulan dibawakan oleh Wulan Ayu Taruna Putri M di Desa Mattiro Ade, mengusung tema "Digitalisasi Pembudidaya Ternak Lele di Desa Mattiro Ade Melalui Pembuatan Lokasi Google Maps", berlangsung 28 Juli hingga 8 Agustus 2025.

Kegiatan ini bertujuan membantu para pembudidaya lele di desa Mattiro Ade dengan memanfaatkan teknologi digital guna memasarkan hasil budidaya mereka secara lebih luas.

Wulan Ayu Taruna Putri M memberikan pelatihan langsung kepada para pembudidaya mengenai cara membuat dan mengelola titik lokasi usaha mereka di Google Maps.

Dengan adanya titik lokasi digital tersebut, calon pembeli dan mitra usaha dapat dengan mudah menemukan lokasi kolam budidaya lele melalui pencarian di Google Maps. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan jangkauan pemasaran, memperkuat citra usaha, dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

"Selama ini banyak pembeli yang kesulitan menemukan lokasi pembudidaya lele karena tidak ada penanda digital. Dengan adanya Google Maps, promosi bisa lebih efektif, dan akses ke pasar menjadi lebih terbuka," ujar Wulan Ayu Taruna Putri M saat memberikan pelatihan.Selain pembuatan titik lokasi, kegiatan ini juga mencakup pendampingan dalam mengunggah foto usaha, menulis deskripsi yang menarik, serta memberikan informasi kontak yang dapat dihubungi. Masyarakat setempat menyambut baik program ini karena dinilai selaras dengan perkembangan zaman dan kebutuhan pemasaran modern.

Melalui program KKN-T ini, diharapkan Desa Mattiro Ade dapat menjadi salah satu contoh desa yang sukses memanfaatkan teknologi untuk mendukung pengembangan sektor perikanan, khususnya budidaya lele, di era digital.(wm)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama