// Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. // Pasar saham UEA di Dubai dan Abu Dhabi telah kehilangan sekitar $120 miliar sejak perang AS-Israel terhadap Iran. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. //

Berita Foto

Serangan Israel memperdalam keretakan di Lebanon


OBeirut, Lebanon – Pada Minggu malam, Georges, 44 tahun, sedang duduk di balkonnya di Ain Saadeh, daerah yang mayoritas penduduknya beragama Kristen di sebelah timur Beirut, ketika teleponnya berdering di dapurnya, Ia berjalan untuk menjawabnya, dan tepat saat ia mengangkat telepon, sebuah ledakan keras mengguncang bangunan di belakangnya.

Lanjut...

Kades Lompo Tengah Fasilitasi Penyelesaian Sengketa Tanah Lewat Restorative Justice


Barru (wartamerdeka.info) - Kepala Desa Lompo Tengah, Arif  Pabiseang, kembali membuktikan komitmennya menjaga harmoni antarwarga dengan membuka ruang mediasi dalam  penyelesaian sengketa tanah antara dua warga dari desa berbeda, di kamtor Desa Lompo Tengah, Rabu (14-8/2025).

Sengketa tersebut melibatkan Pak Mide, warga Dusun Bottolampe, Desa Lompo Tengah Kec. Tanete Riaja dan Surtina, warga Dusun Baramase, Desa Lipukasi, Kecamatan Tanete Rilau. Keduanya mengklaim kepemilikan atas sebidang tanah.

Selama dua jam mediasi, suasana berlangsung serius namun tetap hangat. Dengan pendekatan restorative justice, akhirnya kedua pihak sepakat menerima keputusan yang diambil kepala desa. 

Penyelesaian ini kemudian ditindaklanjuti dengan penerbitan surat kesepakatan damai, di mana keduanya berkomitmen tidak lagi membawa perkara ini ke ranah hukum.

Turut hadir dalam mediasi tersebut Kepala Dusun Bottolampe Sukri dan mantan Kepala Dusun Bottolampe Mistahuddin sebagai saksi.


Kepala Desa Lompo Tengah, Arif Pabiseang menegaskan, penyelesaian sengketa secara kekeluargaan telah menjadi budaya di Lompo Tengah. 

Dikatakan, sejak menjabat, puluhan kasus berhasil diselesaikan melalui mediasi, dan hanya satu yang akhirnya sampai ke meja hijau. Baginya, menjaga persaudaraan warga jauh lebih berharga daripada kemenangan di pengadilan.

“Restorative justice menjadi pilihan kami untuk menjaga keutuhan keluarga. Rata-rata sengketa itu melibatkan ikatan darah yang sangat dekat. Jika dibawa ke meja hijau, pasti akan meruntuhkan ikatan kekeluargaan, dan ini berbahaya untuk stabilitas antarwarga,” ujarnya. (syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama