Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Hilirisasi Komoditas Perkebunan Mampu Meningkatkan Penerimaan Devisa Negara

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, saat meng-ikuti Rapat Koordinasi Nasional Hilirisasi Komo-ditas Perkebunan di Kementerian Pertanian Jakarta, Senin (22/9/2025). (Foto:Humas Barru) 

Jakarta (wartamerdeka.info) - Pemerintah pusat mendorong alokasi anggaran untuk mendukung penyediaan fasilitas pengolahan seperti pabrik, gudang penyimpanan, serta penyediaan bibit unggul dengan produktivitas tinggi, untuk penguat hilirisasi komoditas perkebunan yang diperkirakan mampu meningkatkan penerimaan devisa negara. 

Hal ini disampaikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaeman, saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Pelaksanaan Program Hilirisasi Komoditas Prioritas Perkebunan yang digelar di Auditorium Gedung F, Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI, Jakarta, Senin (22/9/2025).

Rakornas ini menjadi wadah konsolidasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat langkah strategis hilirisasi komoditas perkebunan sebagai upaya mendukung swasembada pangan nasional dan peningkatan daya saing ekspor.

Maka, lanjut Menteri, pemerintah menekankan pentingnya akselerasi produksi perkebunan dengan mengutamakan aspek pengolahan, sehingga hasil yang diperoleh masyarakat semakin maksimal.

Dengan penguatan hilirisasi, komoditas perkebunan tidak hanya bernilai jual tinggi, tetapi juga mampu meningkatkan penerimaan devisa negara.

Dikatakan, sejumlah komoditas unggulan yang menjadi fokus hilirisasi adalah kopi, cengkeh, kelapa, mete, kakao, pala, sawit, lada, dan komoditas ekspor potensial lainnya.

Pemerintah mendorong alokasi anggaran untuk mendukung penyediaan fasilitas pengolahan seperti pabrik, gudang penyimpanan, serta penyediaan bibit unggul dengan produktivitas tinggi.

Sememtara itu, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, SH. M. Si. yang hadir didampingi Kepala Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan, Ir. Ahmad. M.M menyatakan Kabupaten Barru siap mendukung kebijakan nasional tersebut, mengingat sektor perkebunan merupakan salah satu penopang utama ekonomi masyarakat.

“Barru berkomitmen untuk menguatkan peran petani dan kelompok usaha melalui hilirisasi, agar produk perkebunan kita tidak berhenti sebagai bahan mentah, melainkan menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan kesejahteraan,” ujar Bupati.

Rakornas diharapkan mempercepat sinergi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan, menggenjot ekspor, dan menjadikan perkebunan sebagai pilar penting pembangunan ekonomi nasional. (syam) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama