// Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa // Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. // Pasar saham UEA di Dubai dan Abu Dhabi telah kehilangan sekitar $120 miliar sejak perang AS-Israel terhadap Iran. //

Berita Foto

Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa


Perang proksi sektor minyak Libya terjadi selama ketegangan Hormuz, menciptakan kerentanan pasokan yang berbahaya bagi pasar global.

Lanjut...

Nelayan Lamongan Mengalami Laka Laut di 8 mil Utara Pesisir Paciran

Lamongan, wartamerdeka.info, - Kapal Motor Nelayan (KMN) Semi Jaya yang di nahkoda i Hidayat (48) dan 12 ABK berangkat melaut hari Selasa (16/9/2025) pukul 02.30 dini hari dengan tujuan perairan Gresik menabrak bagian belakang kapal Tongkang. 

Akibat insiden itu, KMN Semi Jaya tenggelam dan seluruh ABK berhamburan menyelamatkan diri dengan membawah peralatan (rumpon) seadanya, beruntung semua ABK sudah memakai Pelampung sehingga cukup bisa bertahan di perairan.

Menjelang pagi pukul 05.00 WIB, ada dua Perahu nelayan asal desa Paciran yang di nakodai Asyari (45) dan Hanif (37) melintas tidak jauh dari lokasi kejadian lantas membatalkan kegiatan melautnya untuk menolong 13 ABK dan dievakuasi kantor RN Kelurahan Blimbing yang berlokasi di komplek TPI lama Kelurahan Brondong.Sementara di Kantor RN nelayan Kelurahan Blimbing para korban laka laut ditemui Kasatpol airud Polres Lamongan, AKP I nyoman Ardita SH., MH. Kordinator Unit Siaga SAR Bojonegoro Nang Pujo, Ketua Rukun Nelayan Blimbing Nur Wahid dan Ketua RN Paciran yang juga Ketua FORKOM Nelayan Rajungan Mukhlisin.

Pada saat menemui para nelayan, I Nyoman Ardita mengungkapkan agar para nelayan selalu membawah perlengkapan keselamatan, seperti pelampung atau peralatan lainnya untuk berjaga kemungkinan mengalami hal hal yang tidak diinginkan.

"kalau melaut wajib pakai pelampung keselamatan untuk menghindari kejadian yang lebih buruk, dan kepada steak holder mari kampanyekan terus menerus agar nelayan wajib pakai pelampung ketika melaut", Ungkap I Nyoman Ardita.

Sementara, pada kesempatan yang sama, Koordinator Unit Siaga Basarnas Bojonegoro Nanang Pujo berharap dalam waktu dekat sudah ada kantor perwakilan SAR (Basarnas) Bojonegoro di wilayah Pantura Lamongan. "Karena seringnya terjadi laka laut yang dialami nelayan lamongan, apalagi jumlah armada laut yang mencapai 4,600 kapal dengan berbagai ukuran GT dan jenis alat tangkapnya, agar lebih efektif dan efisien seharusnya ada kantor perwakilan di wilayah Pantura Lamongan ini," harap Nanang Pujo.

Adapun, nama nama ABK KMN Semi Jaya yang mengalami laka laut adalah  Rojit (65) asal Kelurahan Blimbing, M. Robin (60) asal Kelurahan Blimbing, Arifin (45) asal Kelurahan Brondong, Warkim (60) asal Kelurahan Blimbing, Sulazim (50) asal Kelurahan Brondong, Zoni (49) asal Kelurahan Blimbing, Siswoyo (53) asal Kelurahan Brondong, Putro (40) asal Kelurahan Blimbing, Subanjar (59) asal Kelurahan Blimbing, Jumanap (46) asal Kelurahan Brondong, Suripto (46) asal Kelurahan Brondong dan Anam (48) asal Kelurahan Brondong. (wm)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama