PT SC Beri Sinyal Serap Seribu Pekerja Lokal


Barru (wartamerdeka.info) - Di tengah meningkatnya angka pengangguran terbuka, harapan mulai nampak setelah PT Semen Conch (PT SC), perusahaan yang beberapa tahun silam sempat menghentikan aktivitasnya akibat dinamika pro kontra di masyarakat, memberi isyarat kembali berinvestasi di Kabupaten Barru.

Sejumlah pihak mendorong agar perusahaan semen asal Tiongkok kembali membuka ruang usaha di Barru. Namun tidak sedikit yang meminta agar setiap rencana investasi memperhatikan kepentingan lingkungan dan masyarakat lokal.

Isyarat kembalinya PT SC nampak semakin kuat setelah jajaran manajemen perusahaan hadir dalam Diskusi Publik yang diprakarsai Forum Lembaga dan Media Barru (FLMB), di Hotel Youtefa Barru, Kamis (13/11/2025).


Forum tersebut mempertemukan banyak unsur. Mulai dari tokoh masyarakat, pejabat Pemkab Barru, pemuda, LSM, media, hingga unsur TNI dan Polri. Suasana diskusi berlangsung terbuka dan dinamis, terlebih dengan kehadiran praktisi ekonomi Universitas Hasanuddin, Dr. Agussalim, yang tampil sebagai pemateri independen.

Penjelasan akademisnya yang lugas dan tidak memihak memberi warna tersendiri dan beberapa kali mendapat aplous para peserta diskusi.

Dalam pemaparannya, Dr. Agussalim menyoroti kondisi pengangguran terbuka Barru yang kini berada pada angka 6,42 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Sulawesi Selatan yang tercatat 4,19 persen. Ia menilai, hadirnya investasi baru dapat menjadi salah satu kunci meredam angka pengangguran tersebut.

“Jika investor masuk, peluang untuk menurunkan pengangguran terbuka akan semakin terbuka. Satu perusahaan saja, seperti PT Semen Conch, bila beroperasi kembali, tentu berpotensi memberi efek signifikan,” ujarnya.

Selain pengangguran, ia juga mengulas kondisi neraca perdagangan Barru yang masih defisit hingga sekitar Rp 2 triliun, menunjukkan bahwa barang dari luar daerah masih jauh lebih mendominasi konsumsi masyarakat.

Sementara itu, pihak PT Semen Conch dalam forum ini menyampaikan bahwa rencana mereka bila kembali ke Barru tidak pada tahap mendirikan pabrik semen, melainkan pembangunan packing plant dan fasilitas produksi kantong semen yang berpotensi menyerap hingga seribu tenaga kerja.

Meski demikian, peserta diskusi mengingatkan bahwa setiap rencana investasi harus berjalan seiring regulasi dan komitmen perusahaan terhadap masyarakat.

“Yang paling penting adalah jaminan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, termasuk komitmen CSR. Dan tentu saja, tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas,” ujar salah seorang peserta forum.

Diskusi ini memberi ruang refleksi bersama, bagaimana investasi dapat hadir tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, sembari membuka peluang bagi ribuan warga Barru untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. (Syamsu) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama