Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Penghargaan Bagi Guru Honorer, Pemerintah Naikan Tunjangan Non-ASN


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Upaya pemerintah memperkuat perlindungan dan penghargaan terhadap profesi guru semakin meningkat dengan menaikannya tunjangan bagi guru non.ASN yang sebelumnya Rp.1.5 juta menjadi Rp.2 juta. 

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya kepada awak media di Jakarta, Jumat (27/02/2026), yang tidak hanya menaikkan nominal, pemerintah juga membenahi sistem penyaluran tunjangan.

“Sebelumnya dana ditransfer ke pemerintah daerah dan diterima guru setiap tiga bulan, kini atas instruksi Presiden, tunjangan tersebut disalurkan langsung ke rekening guru setiap bulannya,” kata Teddy. 

Menurut Seskab, pemerintah memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kesejahteraan guru di seluruh Indonesia. Berbagai kebijakan konkret telah dijalankan guna mendukung program peningkatan tersebut. 

Seskab menjelaskan, salah satu langkah signifikan adalah kenaikan insentif bagi guru honorer. Meski kewenangan guru honorer berada di bawah pemerintah daerah, tetapi pemerintah pusat tetap memberikan tambahan insentif kepada guru sebagai bentuk dukungan. 

“Dari tahun 2005 sampai 2025, ada namanya insentif. Dan baru naik di zaman Presiden Prabowo menjadi Rp400 ribu,” ucap Seskab di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta. 

“Tahun lalu, Presiden memberi instruksi, agar setiap bulan, itu diberikan langsung ke gurunya. Dan sudah berjalan. Tentunya semua tadi diwadahi oleh Kementerian Dikdasmen,” katanya. 

Lebih lanjut, Seskab menegaskan bahwa seluruh program pendidikan di Indonesia tetap berjalan dan berfokus pada siswa, sekolah, dan guru.

“Tidak ada program pendidikan yang dikurangi atau tidak berjalan. Seluruhnya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah. Dan lebih detail, lebih fokus kepada siswanya, sekolahnya, dan juga gurunya,” tandasnya. (BPMI Setpres/josep)

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama