// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Dua Warga Negara Jepang Ditahan di Iran


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Menteri Luar Negeri Jepang Motegi Toshimitsu mengatakan kepada Komite Urusan Luar Negeri Majelis Rendah pada Jumat (06/03/2026) dua warga negara Jepang ditahan di Iran.

Menurut Motegi keselamatan mereka telah dipastikan dan pemerintah akan terus menuntut pembebasan mereka sesegera mungkin.

Seperti yang di kutip NHKWORD, Motegi mengatakan pemerintah telah mengonfirmasi bahwa salah satu warga negara Jepang ditahan oleh pihak berwenang Iran di Teheran pada tanggal 20 Januari.

Ia menambahkan bahwa Jepang telah menjalin kontak dengan keduanya setelah AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari. Ia memastikan keselamatan mereka terhitung hingga Jumat.

Motegi mengatakan pemerintah Jepang akan dengan tegas menuntut pembebasan mereka sesegera mungkin dan terus mendukung mereka semaksimal mungkin.

Ia juga mengatakan telah meminta duta besar Iran untuk Jepang pekan ini agar memastikan perlindungan mereka dan membebaskan mereka sesegera mungkin.

Sementara itu, pemerintah Jepang sedang mengatur evakuasi warganya dari Timur Tengah dengan menerbangkan mereka dari Arab Saudi dan Oman menggunakan penerbangan carteran pada Minggu (08/03/2026). Pemerintah Jepang berencana menanggung biaya terkait evakuasi tersebut. (**) 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama