BARRU (wartamerdeka.info) - Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Barru, Ahmad Jamaluddin menegaskan bahwa anggapan yang menyebut Kabupaten Barru sebagai daerah intoleran tidaklah benar.
Hal tersebut disampaikannya menanggapi sejumlah pemberitaan dan opini yang beredar di media terkait polemik yang sempat terjadi di Masjid Nurut Tajdid, kompleks BTN Pepabri Barru, beberapa waktu lalu.
Menurut Ahmad, masyarakat Barru selama ini dikenal hidup rukun dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi serta kebersamaan.
“Pernyataan yang menyebut Barru intoleran itu tidak benar. Barru adalah daerah yang sangat toleran. Apa yang terjadi beberapa hari lalu hanyalah miskomunikasi dan kurangnya koordinasi di antara pihak-pihak terkait,” tegasnya pada rakor mediasi, Rabu25/3/2026.
Ahmad juga mengapresiasi sikap Pemerintah Kabupaten Barru yang hadir dan memfasilitasi pertemuan para pihak guna mencari jalan keluar yang baik, sehingga situasi tetap kondusif.
Ia menilai langkah pemerintah daerah dalam mempertemukan berbagai pihak menjadi upaya penting untuk meredam ketegangan sekaligus menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.
Selain itu, Ahmad juga menghimbau seluruh kader Muhammadiyah, khususnya di Kabupaten Barru, agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai narasi yang berpotensi memecah belah persatuan.
“Kami mengimbau seluruh kader Muhammadiyah untuk tetap menahan diri dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang dibangun oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan. Mari kita jaga ukhuwah dan kebersamaan,” ujarnya.
Ia pun berharap masyarakat Barru tetap menjaga suasana damai serta mengedepankan semangat persaudaraan dalam menyikapi setiap perbedaan yang ada.(syam)
.jpg)