Korps Garda Revolusi Islam Iran, Selat Hormuz Masih Dalam Kendali Iran


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka telah melakukan lebih dari 40 gelombang serangan terhadap target AS dan Israel. Seorang pejabat senior korps mengatakan Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali mereka dan bahwa mereka tidak akan membiarkan "dominasi" dari kekuatan dunia.

Ali Larijani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, bergabung dalam demonstrasi di Teheran pada hari Jumat. Ia mengatakan kepada media lokal bahwa presiden AS meremehkan rakyat Iran.

Ia berkata: "Masalah dengan Trump adalah dia tidak cukup cerdas untuk memahami bahwa orang Iran adalah bangsa yang dewasa, kuat, dan bertekad. Semakin banyak tekanan yang dia berikan, semakin kuat kemauan rakyat."

Presiden Masoud Pezeshkian mengeluarkan pernyataan yang mengatakan prioritas utama pemerintah adalah mempersiapkan militer untuk pertahanan dan menstabilkan kehidupan sehari-hari masyarakat. Ia menyerukan kepada warga Iran untuk memberikan kerja sama dan menunjukkan persatuan mereka.

Sementara NHKNews memberitakan, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan pada hari Jumat bahwa pasukannya melancarkan serangan skala besar lainnya di wilayah udara Iran. Operasi ini dilakukan hampir dua minggu setelah AS dan Israel memulai serangan mereka.

Hegseth mengatakan dalam konferensi pers di Pentagon bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei "terluka dan kemungkinan cacat."

Ia mengatakan: "Kepemimpinan Iran tidak dalam kondisi yang lebih baik. Putus asa dan bersembunyi, mereka telah bersembunyi di bawah tanah."

Ia menambahkan bahwa mereka percaya para pejabat tinggi "bergerak ke daerah sipil." Ia mengatakan pasukan AS telah melenyapkan seluruh kemampuan Iran untuk memproduksi rudal balistik dan bahwa seluruh industri pertahanannya akan dihancurkan "segera." Ia menambahkan bahwa mereka "tidak memiliki bukti yang jelas" bahwa Iran telah memasang ranjau di Selat Hormuz.

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News Radio yang disiarkan pada hari Jumat, Presiden AS Donald Trump mengatakan kampanye militer tidak akan berlangsung lama dan akan berakhir ketika ia merasakannya di "tulang-tulangnya."

Pasukan Pertahanan Israel mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka telah melakukan lebih dari 7.600 serangan sejak operasi dimulai. Mereka menambahkan bahwa lebih dari 60 persen serangan tersebut ditujukan pada program rudal Teheran. (NHKNews/Red)

Redaktur

No Comment

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama