![]() |
| Mantan Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran, Hossein Kanani Moghaddam (sumber foto:www.aftenposten.no) |
JAKARTA (wartamerdeka.info) - Mantan Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran, Hossein Kanani Moghaddam, telah memperingatkan bahwa kapal-kapal Jepang "akan menghadapi bahaya" jika dikirim untuk mengamankan Selat Hormuz atas permintaan Amerika Serikat.
Hal tersebut disampaikan pada NHK dalam sebuah wawancara daring dari Teheran pada hari Senin.
Presiden AS Donald Trump telah menyatakan harapan bahwa Jepang dan beberapa negara lain akan mengirimkan kapal untuk memastikan navigasi yang aman di jalur pengiriman energi utama tersebut.
Mantan komandan tersebut memperingatkan bahwa Iran telah menempatkan ranjau di dasar laut yang dapat diledakkan dengan kendali jarak jauh. Ia mengatakan "penyisiran ranjau sebenarnya tidak dapat diterapkan."
Ia mengatakan jika pangkalan militer Amerika di Jepang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran, mereka juga akan menjadi sasaran.
Ia mendesak Jepang "untuk tidak terlibat dalam perang ini," menambahkan bahwa Spanyol dan Jerman telah mengatakan mereka tidak akan terlibat.
Mantan komandan tersebut menyarankan agar kapal-kapal dagang Jepang diizinkan melewati Selat Hormuz, selama Jepang tidak mendukung operasi AS.
Ia mengatakan jika kapal-kapal Jepang meminta izin untuk melewati Selat Hormuz, "permintaan tersebut akan diperiksa dan izin akan diberikan," karena Iran "tidak sedang berperang dengan Jepang."
Ia mendesak Jepang untuk menjaga martabat rakyatnya dan tidak terlibat dalam perang ini, termasuk memberikan dukungan kepada pasukan AS.
Ia merujuk pada syarat-syarat yang harus dipenuhi agar Iran membuka Selat Hormuz. Syarat-syarat tersebut adalah penutupan pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah, kompensasi atas kerusakan yang diderita Iran, dan pencabutan sanksi terhadap negara tersebut.
Mantan komandan tersebut mengatakan Iran siap untuk perang yang panjang, karena pertukaran serangan dengan Amerika Serikat dan Israel telah berlangsung selama lebih dari dua minggu. Ia menekankan bahwa Iran tidak akan meminta gencatan senjata dan bermaksud untuk berperang sampai akhir. (NHKWordk/red)
