Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Trump: Bantuan Selat Hormuz Sedang Dalam Perjalanan, Sekutu Menolak Aksi Militer

Presiden AS Donald Trump saat mengadakan makan siang dengan anggota dewan Kennedy Center di Gedung Putih di Washington, DC, Amerika Serikat [Annabelle Gordon/AFP]

JAKARTA
(wartamerdeka.info) - Banyak negara yang menyatakan mereka dalam perjalanan untuk koalisi angkatan laut internasional mengamankan Selat Hormuz di tengah perang AS-Israel melawan Iran.

Hal tersebut dikatakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Senin (16/3/2026) kendati menolak untuk menyebutkan negara mana yang menurutnya menanggapi seruan koalisi angkatan laut untuk membuka jalur perdagangan.

Menurut Trump, dirinya lebih suka tidak mengatakan lebih dulu. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang akan membuat pengumuman resmi.

"Mereka sudah mulai, membutuhkan sedikit waktu untuk sampai ke sana. Dalam beberapa kasus, Anda harus menyeberangi samudra. Jadi tidak akan secepat itu, tetapi akan cepat. Dan kita memiliki beberapa negara yang cukup dekat yang melakukannya." katanya.

Dalam seruannya akhir pekan lalu, Trump menyebut China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris sebagai negara-negara yang harus bergabung dengan koalisi tersebut. Kemudian, ia menyerukan kepada semua "Negara di Dunia yang menerima Minyak melalui Selat Hormuz," khususnya anggota aliansi NATO yang harus bergabung.

Namun hingga saat ini, belum ada negara yang mengkonfirmasi keterlibatannya. (Aljazeera/red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama