Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Trump: Bantuan Selat Hormuz Sedang Dalam Perjalanan, Sekutu Menolak Aksi Militer

Presiden AS Donald Trump saat mengadakan makan siang dengan anggota dewan Kennedy Center di Gedung Putih di Washington, DC, Amerika Serikat [Annabelle Gordon/AFP]

JAKARTA
(wartamerdeka.info) - Banyak negara yang menyatakan mereka dalam perjalanan untuk koalisi angkatan laut internasional mengamankan Selat Hormuz di tengah perang AS-Israel melawan Iran.

Hal tersebut dikatakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Senin (16/3/2026) kendati menolak untuk menyebutkan negara mana yang menurutnya menanggapi seruan koalisi angkatan laut untuk membuka jalur perdagangan.

Menurut Trump, dirinya lebih suka tidak mengatakan lebih dulu. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang akan membuat pengumuman resmi.

"Mereka sudah mulai, membutuhkan sedikit waktu untuk sampai ke sana. Dalam beberapa kasus, Anda harus menyeberangi samudra. Jadi tidak akan secepat itu, tetapi akan cepat. Dan kita memiliki beberapa negara yang cukup dekat yang melakukannya." katanya.

Dalam seruannya akhir pekan lalu, Trump menyebut China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris sebagai negara-negara yang harus bergabung dengan koalisi tersebut. Kemudian, ia menyerukan kepada semua "Negara di Dunia yang menerima Minyak melalui Selat Hormuz," khususnya anggota aliansi NATO yang harus bergabung.

Namun hingga saat ini, belum ada negara yang mengkonfirmasi keterlibatannya. (Aljazeera/red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama