
Presiden AS Donald Trump saat mengadakan makan siang dengan anggota dewan Kennedy Center di Gedung Putih di Washington, DC, Amerika Serikat [Annabelle Gordon/AFP]
JAKARTA (wartamerdeka.info) - Banyak negara yang menyatakan mereka dalam perjalanan untuk koalisi angkatan laut internasional mengamankan Selat Hormuz di tengah perang AS-Israel melawan Iran.
Hal tersebut dikatakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Senin (16/3/2026) kendati menolak untuk menyebutkan negara mana yang menurutnya menanggapi seruan koalisi angkatan laut untuk membuka jalur perdagangan.
Menurut Trump, dirinya lebih suka tidak mengatakan lebih dulu. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang akan membuat pengumuman resmi.
"Mereka sudah mulai, membutuhkan sedikit waktu untuk sampai ke sana. Dalam beberapa kasus, Anda harus menyeberangi samudra. Jadi tidak akan secepat itu, tetapi akan cepat. Dan kita memiliki beberapa negara yang cukup dekat yang melakukannya." katanya.
Dalam seruannya akhir pekan lalu, Trump menyebut China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris sebagai negara-negara yang harus bergabung dengan koalisi tersebut. Kemudian, ia menyerukan kepada semua "Negara di Dunia yang menerima Minyak melalui Selat Hormuz," khususnya anggota aliansi NATO yang harus bergabung.
Namun hingga saat ini, belum ada negara yang mengkonfirmasi keterlibatannya. (Aljazeera/red)