![]() |
| Asap mengepul di atas desa Deir Siryan di Lebanon selatan menyusul ledakan yang dilakukan oleh tentara Israel pada 20 Mei 2026 [AFP] |
JAKARTA (wartamerdeka.info) - Israel masih melakukan serangan udara terhadap Lebanon dengan menewaskan setidaknya delapan orang meski gencetan senjata diperpanjang hingga awal Juli ini.
Menurut Kantor Berita Nasional (NNA) milik negara Lebanon, setidaknya delapan orang tewas dalam serangan Israel di Lebanon selatan, merupakan pelanggaran terbaru terhadap perjanjian gencatan senjata yang sedang berlangsung
NNA melaporkan, pesawat tempur Israel menyerang Desa Doueir pada Rabu, menewaskan lima orang dan melukai dua orang lainnya. Beberapa rumah rata dengan tanah dalam serangan itu.
NNA juga melaporkan serangan Israel lainnya menewaskan dua orang di dekat rumah sakit di Desa Tibnin, sementara satu orang yang mengendarai sepeda motor tewas dalam serangan drone di desa Burj Shemali di distrik Tyre.
Palang Merah mengatakan telah menemukan jenazah satu orang di pinggiran kota Shebaa di provinsi Nabatieh.
Serangan Israel di seluruh Lebanon terus berlanjut meskipun ada gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat baru-baru ini diperpanjang hingga awal Juli.
Gelombang serangan Israel terbaru terjadi beberapa jam setelah setidaknya 16 orang tewas dalam serangan udara Israel di seluruh Lebanon selatan pada Selasa. Kementerian Kesehatan mengatakan tiga wanita dan tiga anak termasuk di antara para korban.
Sementara kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah, mengatakan pasukannya bentrok dengan pasukan Israel yang mencoba maju ke pusat Desa Haddatha pada larut malam kemarin.
Kelompok tersebut juga melaporkan bentrokan dengan pasukan Israel di kota Biyyada dan Kotamadya Rashaf.
Pasukan Israel terus memperluas kampanye militer mereka dari selatan negara itu ke Lembah Bekaa barat.
“Selama berminggu-minggu, tentara Israel telah menargetkan desa-desa mayoritas Muslim Syiah di Lembah Bekaa Barat tempat Hizbullah mendapat dukungan. Desa-desa itu terletak di jalan yang menghubungkan desa-desa garis depan selatan ke timur negara itu,” lapor Zeina Khodr dari Al Jazeera.
Yousef Hasan, pengungsi dari Kota Yuhmor, menyebut Israel sebagai negara ekspansionis yang membunuh perempuan dan anak-anak.
“Mereka tidak percaya pada perbatasan. Bagi mereka, perbatasan adalah sejauh yang dapat dicapai oleh tentara Israel. Ini adalah negara yang menduduki tanah orang lain,” kata Hasan kepada Al Jazeera.
Menurut Otoritas Lebanon, sejak 2 Maret, Israel telah membunuh 3.073 orang di Lebanon dan melukai 9.362 lainnya, serta menyebabkan lebih dari 1,6 juta orang, sekitar seperlima dari populasi negara itu, mengungsi.
Pasukan Israel juga telah menghancurkan seluruh Desa di Lebanon Selatan, yang memicu perbandingan dengan kehancuran disebabkan oleh perang genosida Israel terhadap Palestina di Gaza. (Sumber: Al Jazeera)





