![]() |
| (Foto: tangkapan layar video NHKWord) |
JAKARTA (wartamerdeka.info) - Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan pasokan minyak global semakin menurun pada bulan April di tengah situasi Iran, dengan kerugian harian melebihi 10 persen dari permintaan dunia per hari.
Laporan IEA yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan bahwa pasokan minyak global turun sebesar 1,8 juta barel per hari pada bulan April menjadi 95,1 juta barel per hari. Hal itu menjadikan total kerugian menjadi 12,8 juta barel per hari sejak Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel memulai operasi militer terhadap Iran.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa ekspor minyak mentah dari Amerika Serikat, Brasil, dan negara-negara lain telah meningkat. Namun, laporan tersebut mengatakan pasokan secara keseluruhan telah menurun karena produksi dari negara-negara Teluk menurun setelah penutupan efektif Selat Hormuz.
Laporan tersebut mengatakan persediaan global yang teramati, termasuk minyak yang disimpan di laut, turun sebesar 250 juta barel pada bulan Maret dan April.
IEA menunjukkan, jika kesepakatan untuk mengakhiri konflik AS-Iran tercapai dan aliran melalui selat secara bertahap kembali normal, pasokan kemungkinan akan lebih lambat pulih.
Disebutkan bahwa volatilitas harga lebih lanjut tampaknya mungkin terjadi, dengan persediaan minyak global yang sudah menipis pada tingkat rekor.





