TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Bupati Andi Ina Lepas Lima Calon Pekerja Migran ke Jepang


BARRU (wartamerdeka.info) - Pekerja di luar negeri, khususnya di Jepang, agar menjaga nama baik daerah dan negara selama berada di luar negeri.dan memanfaatkan kesempatan untuk menambah pengalaman, keterampilan, dan memperbaiki kesejahteraan keluarga.

“Ini adalah pintu gerbang menuju masa depan yang cerah. Selama di Jepang, jaga etika, sopan santun, disiplin kerja, dan jangan lupa orang tua serta kampung halaman,” kata Bupati Baru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., pada acara pelepasan lima orang calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan yang akan bekerja di Jepang, berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Barru, Ahad (10/5/2026).

Kelima calon pekerja migran tersebut akan bekerja pada perusahaan yang bergerak di bidang perikanan di Jepang. Mereka merupakan bagian dari peserta program pelatihan dan penempatan kerja luar negeri yang difasilitasi PT Brexa Raya Indonesia.


Sementara itu, Kepala Dinas Perindusterian, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Barru, Syamsir, S. IP. M. Si menjelaskan bahwa sebelumnya ada 9 (sembilan) peserta asal Barru yang mengikuti pelatihan gelombang pertama selama sekitar satu bulan di UIM Makassar yang dilaksanakan oleh pihak sending organizer PT Brexa Raya Indonesia.

“Dari sembilan peserta asal Barru yang mengikuti pelatihan tahap awal, lima orang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti pelatihan lanjutan di Jakarta sebagai tahap pemantapan sebelum diberangkatkan ke Jepang,” jelas Syamsir.

Ia menambahkan, satu orang peserta yang telah memiliki sertifikat  kursus Bahasa Jepang sudah berangkat lebih awal sedangkan yang lainnya dijadwalkan bertolak ke Jakarta pada 14 Mei 2026 untuk mengikuti pemantapan selama dua bulan sebelum keberangkatan ke Jepang.

“Hari ini mereka berpamitan sekaligus meminta arahan, doa restu kepada Ibu Bupati  sebelum berangkat menjalani tahapan berikutnya,” tambahnya. (Syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama