Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Dua orang tewas, termasuk dokter Palestina dalam serangan Israel di Gaza



GAZA - Dua warga Palestina tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan Israel di Gaza, ketika pemukim Israel menyerang rumah dan properti warga Palestina di bagian utara dan selatan Tepi Barat yang diduduki Israel.

Serangan di seluruh Palestina pada Sabtu, hari keempat hari raya Idul Adha, terjadi di tengah berlanjutnya pelanggaran Israel terhadap gencatan senjata didukung Amerika Serikat yang dilaksanakan pada Oktober bertujuan menghentikan perang genosida Israel di Gaza.

Dr Jamal Abu Aboun, kepala departemen anestesi di Rumah Sakit Medis Al-Yafa di Deir al-Balah, Gaza tengah, tewas dalam serangan Israel di dekat Rumah Sakit Martir Al-Aqsa, juga di Deir al-Balah pada hari Sabtu.

“Jenazah Jamal Abu Aoun dan tiga orang yang terluka, termasuk seorang anak, telah tiba di rumah sakit setelah serangan pesawat tak berawak Israel yang menargetkan sekelompok warga sipil di dekat rumah sakit,” kata sumber medis di rumah sakit Al-Aqsa kepada kantor berita Anadolu.

Sebelumnya, penembakan artileri Israel menargetkan wilayah timur dan selatan kota Khan Younis di selatan Gaza. Serangan artileri lainnya menargetkan kamp pengungsi al-Bureij di Gaza tengah.

Menurut Kantor Berita Palestina, Wafa, seorang warga Palestina lainnya tewas dan beberapa orang terluka dalam serangan pesawat tak berawak Israel di dekat Pasar Firas, salah satu kawasan komersial tersibuk di Kota Gaza.

Sementara itu, pasukan Israel menghancurkan rumah-rumah di sebelah timur Beit Lahiya di Gaza utara, sehingga semakin memperluas kehancuran lingkungan pemukiman di seluruh wilayah kantong yang terkepung.

Seperti diketahui, setidaknya 922 warga Palestina telah tewas dan 2.786 lainnya terluka dalam serangan Israel sejak “gencatan senjata” bulan Oktober, menurut Kantor Media Gaza.

Data yang diperoleh, Israel melancarkan perang genosida di Gaza pada Oktober 2023, menewaskan tidak kurang dari 72.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 172.000 lainnya.

Dalam kesaksiannya kepada Kantor Berita Associated Press, tentara Israel menggambarkan iklim dehumanisasi, aturan keterlibatan yang permisif, dan pembunuhan rutin terhadap warga Palestina selama gencatan senjata.

Para prajurit cadangan yang bertugas di Gaza antara Oktober dan Januari lalu mengatakan bahwa pasukan Israel sering menembaki warga Palestina yang mendekati atau melintasi apa yang disebut Garis Kuning, sebuah batas tidak ditandai dengan baik yang memisahkan wilayah pendudukan Israel dari wilayah lain di Gaza.

Seorang prajurit mengatakan bahwa rekan-rekannya merayakan setelah serangan terhadap sebuah kendaraan yang membawa warga Palestina dengan menewaskan semua orang di dalamnya. "Itu seperti hutan belantara..

 "Setelah gencatan senjata, perintahnya adalah: Jika seseorang melintasi garis, tembak mereka." kata prajurit.

Prajurit cadangan lainnya mengatakan bahwa para komandan berulang kali menekankan pentingnya mempertahankan wilayah dengan segala cara. "Ada perasaan umum bahwa nyawa manusia tidak berharga," katanya.

Menurut Wafa, di tempat lain di Palestina yang diduduki, pemukim Israel menyerang beberapa rumah pada Sabtu pagi di kota Beita, selatan kota Nablus di Tepi Barat utara. Mereka melempari rumah-rumah dengan batu dan menghancurkan beberapa kendaraan.

Radio Voice of Palestine yang dikelola pemerintah melaporkan pasukan Israel menembakkan bom ringan ke langit di atas kota tersebut.

"Di Tepi Barat selatan, pemukim menyerang lahan pertanian Palestina dan merusak beberapa pohon di Khirbet el-Muraq di Masafer Yatta," kata aktivis Osama Makhamra, yang mengamati pelanggaran Israel di selatan Hebron, kepada wartawan.

Sementara laporan bulanan oleh Komisi Perlawanan Tembok dan Pemukiman yang dikelola negara Palestina menjelaskan, pemukim Israel melakukan setidaknya 540 serangan pada bulan April terhadap warga Palestina dan harta benda mereka di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem.

Serangan tersebut diantaranya kekerasan fisik secara langsung, mencabut pohon, membakar ladang, mencegah petani mengakses lahan mereka, menyita harta benda, serta menghancurkan rumah dan bangunan pertanian.

Sedangkan serangan militer Israel, yaitu penangkapan dan serangan pemukim telah meningkat di seluruh Tepi Barat sejak dimulainya perang genosida di Gaza.

Menurut data Palestina, pasukan dan pemukim Israel telah membunuh 1.168 warga Palestina, melukai 12.666, menyebabkan sekitar 33.000 warga mengungsi, dan menahan hampir 23.000 orang di Tepi Barat sejak Oktober 2023. (Al Jazeera)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama