TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Wabup Barru Dorong IAI DDI Mangkoso Raih Akreditasi Unggul


BARRU (wartamerdeka.info) - Asesmen lapangan tidak sekadar agenda administratif tetapi momentum menentukan arah dan masa depan Institut Agama Iislam Darud Da’wah Wal Irsyad (IAI DDI) Mangkoso sebagai salah satu institusi pendidikan Islam bersejarah di Sulawesi Selatan.

“Kita tentu berharap hasil terbaik untuk IAI DDI Mangkoso. Target kita bukan sekadar terakreditasi, tetapi bagaimana kampus ini mampu meraih predikat unggul. Kalau belum unggul, minimal baik sekali. Karena perguruan tinggi harus terus berpikir tentang kualitas dan masa depan,” tegas Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., pada acara Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi IAI DDI Mangkoso di Kampus IAI DDI Mangkoso, Kecamatan Soppeng Riaja, Jumat (8/5/2026).

Menurut Abustan, IAI DDI Mangkoso memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah karena bukan hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga telah lama menjadi pusat dakwah dan pencetak sumber daya manusia yang berkontribusi di berbagai daerah di Indonesia.

“DDI Mangkoso punya sejarah panjang dan pengaruh besar. Alumni-alumninya tersebar di banyak tempat dan memberi kontribusi nyata di tengah masyarakat. Itu kekuatan utama sebuah perguruan tinggi,” ujarnya.

Abustan menjelaskan, Kabupaten Barru sebagai daerah dengan jumlah penduduk yang relatif kecil membutuhkan pusat-pusat pendidikan yang mampu menjadi magnet bagi masyarakat luar daerah untuk datang dan menempuh pendidikan di Barru.

Ia menyebut, IAI DDI Mangkoso telah menunjukkan peran strategis tersebut, terbukti lebih dari 70 persen mahasiswa kampus berasal dari luar Kabupaten Barru.

“Perguruan tinggi menjadi salah satu kekuatan untuk mendatangkan orang ke Barru. Dan IAI DDI Mangkoso sudah memiliki daya tarik itu. Artinya kampus ini sudah menjadi magnet pendidikan,” katanya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Barru menetapkan kawasan Kecamatan Soppeng Riaja, khususnya wilayah Mangkoso, sebagai kawasan pusat pendidikan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Barru.

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Barru juga tengah menghadirkan Sekolah Rakyat dengan anggaran pembangunan sekitar Rp270 miliar yang lokasinya tidak jauh dari kawasan kampus IAI DDI Mangkoso.

Sekolah tersebut direncanakan mulai beroperasi tahun ini dan akan menampung sekitar 1.000 siswa dengan fasilitas pendidikan dan kebutuhan siswa yang ditanggung pemerintah.

“Ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah menjadikan kawasan ini sebagai pusat pengembangan pendidikan di Barru,” jelas Abustan.


Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya akreditasi perguruan tinggi sebagai syarat utama mahasiswa memperoleh bantuan pendidikan dan beasiswa dari pemerintah daerah.

“Mahasiswa sekarang menuntut adanya bantuan pendidikan. Tetapi syarat utamanya perguruan tinggi harus terakreditasi. Karena itu asesmen ini sangat penting,” ungkapnya.

Ia turut mendorong perguruan tinggi untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja, termasuk mulai membuka program studi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

“Perguruan tinggi harus melihat masa depan. Dunia bergerak sangat cepat. Jurusan-jurusan yang dibutuhkan saat ini harus mulai dipikirkan, termasuk bidang teknologi dan artificial intelligence,” tambahnya.

Kehadiran Wakil Bupati Barru dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Barru terhadap penguatan kualitas pendidikan tinggi dan pembangunan sumber daya manusia di daerah.

Sementara itu, asesor BAN-PT dari Institut Agama Islam Negeri Tulungagung, Prof. Dr. H. Syamsun Niam, M.Ag., menyampaikan bahwa asesmen lapangan tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan mutu kelembagaan dan tata kelola perguruan tinggi.

Ia mengapresiasi semangat dan kekompakan civitas akademika IAI DDI Mangkoso dalam mempersiapkan proses asesmen.

“Kami melihat semangat dan kekompakan luar biasa dari seluruh unsur di IAI DDI Mangkoso. Ini menjadi modal utama untuk terus berkembang dan bersaing dengan perguruan tinggi lainnya,” ujarnya.

Tim asesor juga menyoroti pentingnya pembenahan dan sinkronisasi data akademik pada sistem Pangkalan Data Pendidikan Tinggi, khususnya terkait proses migrasi data kelembagaan.

Menurutnya, validasi data menjadi faktor penting dalam menentukan hasil akreditasi karena seluruh proses penilaian berbasis pada data resmi yang tercatat dalam sistem pendidikan tinggi nasional.

Selain pemeriksaan dokumen dan data akademik, tim asesor juga dijadwalkan melakukan wawancara bersama pimpinan kampus, dosen, mahasiswa, alumni, hingga mitra kerja sama kampus.

Tim asesor turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Barru terhadap pengembangan pendidikan tinggi, termasuk kehadiran langsung Wakil Bupati Barru dalam kegiatan asesmen lapangan tersebut.

“Ini menunjukkan adanya sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam membangun kualitas sumber daya manusia,” katanya.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban serta dihadiri Rektor IAI DDI Mangkoso Prof. (HC). Dr. Muhammad Agus, S.Th.I., M.Th.I., asesor BAN-PT dari Universitas Islam Negeri Malang Prof. Dr. Sudirman, M.A., Staf BAN-PT Iwan Supriyanto, SE., MM., pimpinan kampus, dosen, mahasiswa, alumni, dan sejumlah tamu undangan lainnya. (Syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama