Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

AS memasukkan Alibaba, BYD dan Baidu sebagai Perusahaan Militer Tiongkok

Seorang pengunjung berjalan di depan stan Alibaba selama Pameran Rantai Pasokan Internasional China di Pusat Pameran Internasional China, di Beijing, pada Juli tahun lalu. (Mahesh Kumar A/AP)

JAKARTA - Amerika Serikat telah menetapkan perusahaan raksasa Tiongkok Alibaba, BYD, dan Baidu sebagai perusahaan yang mendukung militer Tiongkok, ini memperbanyak daftar hitamnya ke beberapa merek komersial paling terkenal di negara itu.

Pentagon memasukkan perusahaan-perusahaan tersebut pada hari Senin, kemungkinan akan mempersulit hubungan damai yang rapuh antara Washington dan Beijing setelah bertahun-tahun hubungan yang bergejolak.

Kedutaan Besar Tiongkok di Washington, DC, mengutuk penetapan tersebut sebagai "diskriminatif" dan contoh dari pemerintah AS yang melampaui konsep keamanan nasional.

"Perusahaan-perusahaan Tiongkok yang berbisnis di luar negeri telah secara ketat mematuhi hukum dan peraturan negara tuan rumah mereka. AS harus menghentikan praktik yang salah ini dan menciptakan lingkungan yang adil, setara, dan tidak diskriminatif bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok," kata seorang juru bicara kedutaan.

Alibaba, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok, mengatakan bahwa tidak ada dasarnya memasukkan mereka dalam daftar hitam tersebut.

"Alibaba bukanlah perusahaan militer Tiongkok maupun bagian dari strategi fusi militer-sipil. Kami akan mengambil semua tindakan hukum yang tersedia terhadap upaya untuk memalsukan citra perusahaan kami," kata juru bicara perusahaan.

Sementara itu, BYD dan Baidu tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Daftar perusahaan militer Tiongkok, Pentagon memperbarui setiap tahun, kini mencakup 188 perusahaan, berarti naik jumlahnya yang sebelumnya 134 pada tahun 2025.

Perusahaan yang termasuk dalam daftar tersebut, yang dibuat pada tahun 2021, dan entitas di bawah kendali mereka akan dilarang untuk dipertimbangkan dalam kontrak pertahanan AS berdasarkan aturan yang akan mulai berlaku akhir bulan ini. (Sumber: Al Jazeera)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama