![]() |
| (Foto: tangkapan layar video NHKWorld) |
JAKARTA - Israel dan Iran melancarkan serangan besar-besaran selama dua hari terakhir dan menghentikan serangan setelah sebelumnya Presiden AS Donald Trump memerintahkan untuk berhenti, namun pasukan Israel terus menyerang Lebanon Selatan, yang meningkatkan kekhawatiran terjadi eskalasi lebih lanjut.
Al Jazeera melaporkan pasukan Israel menyerang sebuah kendaraan di kota pesisir Tyre pada Senin, menewaskan sedikitnya 5 orang dan memperingatkan warga di beberapa bagian Lebanon selatan untuk mengungsi.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan telah meluncurkan rudal ke Israel sebagai balasan atas serangannya di Lebanon Selatan, sementara militer Israel mengatakan telah menyerang target, termasuk pabrik petrokimia, di barat daya Iran.
Trump memposting di media sosialnya pada Senin bahwa kedua belah pihak harus segera menghentikan penembakan.
Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan bahwa komando pusat telah mengumumkan penghentian operasi militer. Tetapi mereka akan melanjutkan serangan jika Israel terus menyerang kelompok Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga mengeluarkan peringatan pada Senin. "Jika rezim teroris melakukan kesalahan dengan menyerang kami lagi, kami akan membalas dengan kekuatan. Karena Israel memiliki hak penuh untuk membela diri, dan kami dapat menggunakannya kapan pun diperlukan." katanya.
Ini adalah konfrontasi besar pertama antara Israel dan Iran sejak Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata pada bulan April. (Sumber: NHKWorld)
