![]() |
| Ehsan Hajsafi dari Iran berbicara kepada media saat tim tiba di Tijuana, Meksiko untuk Piala Dunia FIFA, pada 7 Juni 2026 (Victor Medina/Reuters) |
JAKARTA - Federasi sepak bola Iran mengatakan Amerika Serikat telah mencabut alokasi tiket untuk pertandingan grup Piala Dunia timnya, menuduh tuan rumah bersama menghalangi kehadiran pendukung Iran di tengah perselisihan diplomatik yang sedang sengit.
“Dengan kurang dari tiga hari tersisa hingga dimulainya Piala Dunia 2026, Amerika Serikat sekali lagi bertindak menghalangi kehadiran pendukung Iran di stadion yang menjadi tuan rumah tiga pertandingan babak penyisihan grup tim nasional Iran,” kata FFIRI dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa.
AS telah menghadirkan beberapa hambatan birokrasi bagi Iran di ajang sepak bola global ini, termasuk menolak untuk mengeluarkan visa bagi beberapa staf pendukungnya, karena kedua negara secara efektif tetap dalam keadaan perang sejak serangan mereka pada 28 Februari di negara tersebut.
Badan sepak bola Iran mengatakan peraturan FIFA menetapkan alokasi 8 persen tiket untuk setiap pertandingan, yang diberikan kepada federasi peserta untuk didistribusikan kepada pendukungnya melalui saluran resmi.
Menurut pernyataan tersebut, FFIRI telah memulai penjualan tiket untuk pertandingan babak penyisihan grup melawan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir, yang semuanya akan diadakan di AS, setelah menerima kuotan beberapa penggemar telah melakukan pengaturan yang diperlukan.
“Namun, dalam langkah yang tidak terduga, alokasi yang diberikan kepada Federasi Sepak Bola Iran telah ditarik, dan dalam keadaan saat ini, federasi tidak dapat menyediakan satu pun tiket kepada pendukung tim nasional,” katanya.
FFIRI menggambarkan langkah tersebut bertentangan dengan semangat yang mengatur kompetisi internasional dan prinsip kesetaraan di antara negara-negara peserta.
Pernyataan itu juga menyerukan kepada FIFA dan penyelenggara turnamen “untuk menjunjung tinggi prinsip netralitas, keadilan, dan peraturan yang telah ditetapkan, serta menyediakan kondisi yang diperlukan bagi para pendukung Iran”.
Baik FIFA maupun penyelenggara AS belum memberikan komentar terkait tuduhan Iran tersebut.
Keluhan ini merupakan perselisihan terbaru, terkait partisipasi Iran di Piala Dunia, menyusul masalah visa yang menurut Teheran telah mencegah sekitar 15 staf administrasi dan manajemen delegasinya memasuki AS.
Meningkatnya ketegangan juga mendorong Iran untuk mengumumkan bahwa mereka memindahkan basis latihan Piala Dunia ke kota perbatasan Meksiko, Tijuana, dari Tucson di negara bagian Arizona, AS, seperti yang direncanakan semula.
Iran akan memulai kampanye mereka melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni, sebelum menghadapi Belgia di kota yang sama pada 21 Juni dan Mesir di Seattle pada 26 Juni. (Sumber: Al Jazeera)
